Sama-sama Terdampak Gempa, Warga Ladolima dan 1.583 Pengungsi Selalejo Menanti Bantuan
- Sevrin Waja
Nagekeo , NTTVIVA- Di tengah upaya penanganan pascagempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, sejumlah warga di wilayah pelosok masih bertahan di tenda darurat dan mengaku belum menerima bantuan apa pun.
Kondisi itu terjadi di Desa Ladolima, Kecamatan Keo Tengah. Warga memilih menginap di lapangan menggunakan sekitar 17 tenda karena masih enggan kembali ke rumah. Dalam satu tenda darurat, mayoritas dihuni oleh beberapa kepala keluarga.
“Kalau di lapangan ini ada 17 tenda, belum terhitung yang ada di halaman rumah,” ujar salah seorang warga Ladolima kepada media ini, Selasa (18/8/2026).
Kekhawatiran terhadap kemungkinan gempa susulan membuat warga merasa lebih aman berada di ruang terbuka.
“Takut, Om. Masih goyang terus, apalagi ada anak-anak kecil,” ungkapnya.
Warga mengaku sejak gempa dahsyat berkekuatan 7,7 SR hingga saat ini belum mendapatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan selama mengungsi, terutama makanan dan minuman.
Mereka hanya bertahan dengan pasokan makanan seadanya.
“Belum dapat apa-apa kami di sini,” beber warga.
Kondisi warga semakin diperhadapkan pada persoalan akses. Jalan menuju wilayah tersebut diketahui mengalami kerusakan parah, sehingga mobilitas warga maupun distribusi bantuan menjadi tantangan tersendiri.
Bagi warga, bertahan di tenda bukan pilihan yang mudah. Mereka meninggalkan kenyamanan rumah dan memilih tidur di lapangan karena masih dihantui rasa takut untuk kembali ke dalam bangunan.
1.583 Warga Selalejo Mengungsi Mandiri
Kondisi pengungsian juga terjadi di wilayah lain. Berdasarkan laporan cepat pengungsi bencana alam Desa Selalejo, Kecamatan Mauponggo, hingga Selasa (18/8/2026) pukul 10.00 WITA, tercatat 1.583 jiwa dari 630 kepala keluarga (KK) mengungsi secara mandiri.
Warga Ladolima, Kecamatan Keotengah terdampak gempa belum mendapatkan bantuan apapun pasca gempa
- Sevrin Waja
Para pengungsi tersebut tersebar di 67 lokasi, yakni rumah warga maupun kerabat. Mereka memilih mengungsi secara mandiri karena kondisi tempat tinggal yang belum memungkinkan untuk ditempati kembali.
Berdasarkan laporan Kepala Desa Selalejo Kun Senda, dari jumlah tersebut terdapat 35 ibu hamil dan ibu menyusui, 97 balita, 126 lansia, serta 24 penyandang disabilitas.
Kelompok rentan tersebut membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar selama masa pengungsian.
Hingga pembaruan data pukul 10.00 WITA, jumlah tersebut menjadi total keseluruhan pengungsi di Desa Selalejo, yakni 630 KK atau 1.583 jiwa.