60 Ton Beras untuk Warga Manggarai Timur, Pemerintah Berupaya Menjangkau Mereka yang Belum Tersentuh Bantuan

Sejumlah petugas dan relawan sedang memasukan logistik ke dump truk untuk didistribusikan ke sejumlah kecamatan di Manggarai Timur
Sumber :
  • Rosis Adir

Manggarai Timur, NTT ViVa— Di tengah duka yang masih menyelimuti ribuan keluarga pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, bantuan pangan terus diupayakan agar dapat menjangkau warga yang bertahan di pengungsian maupun mereka yang rumahnya mengalami kerusakan.

img_title Tim Baccala Labuan Bajo Salurkan Bantuan Gempa ke Warga Dewuk, Manggarai Timur

Pada Selasa, 18 Agustus 2026, sebanyak 60 ton beras mulai didistribusikan ke 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Beras tersebut disalurkan bersama mi instan dan telur untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang sejak gempa harus menjalani hari-hari dalam kondisi serba terbatas.

Bantuan itu menjadi tambahan dari beras dan paket sembako yang sebelumnya telah lebih dahulu disalurkan, terutama kepada warga di wilayah pantai utara Manggarai Timur yang terdampak cukup parah.

img_title Di Tengah Duka Gempa Manggarai Timur, Emirensiana Berjuang Melawan Kanker Payudara

Bagi banyak keluarga, bantuan pangan bukan sekadar angka dalam catatan distribusi. Di tengah rumah yang rusak, tempat tinggal sementara, dan ketidakpastian kapan kehidupan kembali normal, beras yang tiba di desa-desa menjadi penguat bahwa mereka tidak sedang menghadapi bencana ini sendirian.

Sekretaris Daerah Manggarai Timur, Winsensius Tala, mengatakan pemerintah berusaha memastikan bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan. Distribusi dilakukan melalui titik-titik di setiap kecamatan dengan mengacu pada data yang dilaporkan pemerintah desa.

img_title Aktivis Desak Bupati Manggarai Timur Copot Dirut RSUD Borong, Soroti Penanganan Ibu Hamil Korban Gempa

"Para penerima harus betul-betul sesuai data yang dilaporkan oleh pemerintah desa. Nanti bantuan didistribusikan ke desa dan penerima harus menandatangani bukti penerimaan," ujar Winsensius, Selasa sore.

Menurutnya, mekanisme tersebut diterapkan agar bantuan yang bersumber dari anggaran negara dapat dipertanggungjawabkan sekaligus memastikan tidak ada warga terdampak yang terlewat dari pendataan.

Sementara bantuan yang berasal dari lembaga sosial maupun sumbangan pribadi dapat langsung dibawa ke lokasi pengungsian agar lebih cepat diterima oleh masyarakat.

"Kalau bantuan dari lembaga sosial atau sumbangan pribadi, itu yang kita langsung salurkan ke tempat-tempat pengungsian," katanya.

Dalam proses distribusi, sejumlah kepala dinas, sekretaris, kepala bidang, serta personel TNI dan Polri turun langsung ke lapangan. Mereka tidak hanya mengawal logistik, tetapi juga mendengarkan laporan dari warga dan aparat desa mengenai daerah-daerah yang belum mendapatkan bantuan.

Halaman Selanjutnya
img_title