Lima Hari di Tenda, 415 Warga Nagekeo Baru ‘Dijatah’ 20 Kg Beras dari Pemerintah

Pengungsi bencana gempa di Nagekeo bertahan di tenda darurat di Bukit Dadiwudu
Sumber :
  • Sevrin Waja

Nagekeo, NTTVIVA-Kekecewaan terhadap penanganan pengungsi pascagempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, kembali mencuat.

img_title Pemkab Nagekeo Apresiasi Bank Syariah Nasional, Harap Dukungan Tahap Pemulihan

Paskalis Uwa, warga Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, meluapkan kekesalannya di Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Nagekeo, Rabu, 19 Agustus 2026 siang.

Dengan nada keras, Paskalis menyampaikan keluhan di hadapan sejumlah pejabat yang berada di dalam tenda posko. Ia mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap ratusan warga yang hingga hari kelima masih bertahan di tenda darurat.

img_title Ronald Rabu Jembatani Bantuan, BSN Hadir untuk Penyintas Gempa Nagekeo

Menurut Paskalis, sejak hari pertama mengungsi, bantuan yang diterima warga di lokasi tersebut sangat terbatas.

"Sejak hari pertama sampai saat ini kami hanya dikasi 20 kilo beras, gula tiga kilo dan telur tiga papan," ujar Paskalis kesal.

img_title Menembus Jejak Gempa: Menjaga Nadi Energi Flores Tetap Mengalir

Ia mengatakan, kebutuhan pengungsi bukan hanya makanan. Warga juga membutuhkan air bersih, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), tenaga untuk membantu penanganan di lokasi pengungsian, serta obat-obatan dan pelayanan medis.

"Butuh tenaga, air bersih, MCK, beras, memang ada cadangan," katanya.

Paskalis juga menyebut hingga kini belum ada pelayanan medis maupun obat-obatan yang diterima warga di lokasi pengungsian tersebut.

"Obat-obatan, medis belum ada satupun," ujar pensiun TNI yang lama bertugas di Timor-Timor ini.

Bantuan Belum Menyentuh Semua Pengungsi

Menurut Paskalis, bantuan dari sejumlah pihak memang sempat datang, termasuk dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan partai politik. Namun, bantuan tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan ratusan warga yang mengungsi di bukit Dadiwudu, Kelurahan, Lape itu.

Ia menyebut salah satu bantuan yang diterima warga pada hari pertama hanya berupa 20 kilogram beras.

Paskalis juga menyoroti distribusi makanan siap saji. Menurutnya, warga di lokasi pengungsian hanya mendapatkan sekitar 150 bungkus nasi, sementara jumlah pengungsi mencapai 415 orang.

"Dapat nasi bungkus hanya 150 bungkus makan 415 orang," keluhnya.

Ia menilai pendataan pengungsi juga belum dilakukan secara maksimal. Dari sekitar 83 kepala keluarga (KK) yang mengungsi, menurut Paskalis, baru 11 KK yang terdata di tenda pengungsian. Bahkan, data tersebut baru dimasukkan pada Rabu, 19 Agustus 2026.

"Pendataan tidak maksimal, hanya didata 11 KK yang ada di tenda pengungsian padahal 83 KK, itupun baru diinput hari ini," katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title