Aksi Bangun Sehat TBIG Hadir di Tengah Pemulihan Gempa, Sasar Anak Disabilitas Nagekeo
- Sevrin Waja
Nagekeo, NTTVIVA- Di tengah pemulihan pascagempa yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), kepedulian terhadap kelompok rentan terus mengalir. Puluhan anak disabilitas yang tinggal di Panti Asuhan Alma, Mundemi, Desa Ladolima, Kecamatan Keo Tengah, menjadi salah satu penerima bantuan logistik dari PT Tower Bersama Infrastructure Group (TBIG) Tbk, Rabu, 26 Agustus 2026.
Bantuan berupa beras yang diserahkan Filantra sebagai implementasi lapangan PT TBIG Tbk tersebut tidak sekadar meringankan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan dukungan bagi anak-anak yang masih menghadapi situasi sulit setelah bencana.
“Kami menyampaikan limpah terimakasih yang sebesar-besarnya untuk PT TBIG yang telah meluangkan waktu untuk mengunjungi anak-anak kami di sini. Bantuan ini sangat berarti untuk kami dan anak-anak terutama di masa bencana ini,” ujar pengelola Panti Asuhan Alma, Mundemi, Buder Sipri Alma.
Panti Asuhan Alma Mundemi saat ini menampung 13 penghuni dengan rentang usia 5 hingga 50 tahun. Mereka merupakan kelompok rentan yang terdiri dari anak yatim piatu dan penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan dari berbagai pihak.
Lima Ton Beras dan 300 Sarung untuk Korban Gempa
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mengirimkan bantuan berupa bahan makanan pokok dan kain sarung untuk selimut bagi korban gempa Flores.
Bantuan berupa lima ton beras dan 300 helai sarung untuk selimut didistribusikan melalui posko yang berlokasi di Lapangan Berdikari Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Dari posko tersebut, sebagian bantuan akan langsung didistribusikan ke dua kecamatan lainnya, yakni Mauponggo dan Keo Tengah.
Chief of Business Support Officer TBIG, Lie Si An, mengatakan bantuan tersebut merupakan tahap awal dari rencana kegiatan bantuan pascabencana bagi para korban.
“Kami membagi kegiatan bantuan ini dalam dua tahap. Tahap pertama adalah tahap seperti ini kirimkan bantuan berupa kebutuhan pokok yang sifatnya mendesak. Pada tahap kedua kami akan fokus kepada bantuan yang menyasar pemberian bantuan bahan makanan tambahan bergizi untuk ibu dan anak balita,” tegasnya.
Lie Si An menambahkan, bantuan pascabencana juga akan menjangkau 23 posyandu yang berlokasi di Kecamatan Aesesa Selatan. Selain posyandu, TBIG juga akan memberikan bantuan kepada Puskesmas Jawakisa di Aesesa Selatan.