Di Nagekeo, Pendataan Rumah Rusak Pascagempa Tak Jelas, Warga Usir Petugas
- Sevrin Waja
Nagekeo, NTTVIVA- Warga Lingkungan Lego, Kelurahan Natanage Timur, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mempertanyakan mekanisme dan indikator pendataan rumah rusak pascagempa yang dinilai belum jelas.
Kekecewaan warga bahkan berujung pada pengusiran petugas pendataan dari lokasi oleh Ketua RT setempat lantaran kesal belasan rumah yang secara kasat mata mengalami kerusakan serius luput dari pendataan.
"Mereka (Petugas) mau rumah retak kalau dihitung biaya mencapai Rp15 juta, kalau tidak sampai Rp15 juta tidak bisa, padahal di sini kalau mau dihitung ada belasan rumah yang kalau kita lihat rusak, tapi petugas hanya catat dua saja" ungkap Edinertus Go Oko warga Natanage Timur kepada NTTIVA, Kamis 27 Agustus 2026.
"Makanya kemarin mereka mau survey lanjut RT dan masyarakat di sini usir buang" tambahnya.
Edelbertus menyebut, sehari sebelumnya, iya dihubungi pegawai kelurahan Natanage Timur untuk mendampingi petugas melakukan pendataan rumah-rumah warga yang rusak akibat gempa dahsyat 7, 7 Magnitudo yang menerjang Flores 15 Agustus pekan lalu.
"Kemarin ada satu Kelurahan bel saya bel saya kalau ada yang mau data rumah retak, tapi pas di sini mereka hanya foto-foto dari luar, suruh masuk ke dalam tidak mau, baru bilang tidak masuk dalam prioritas" ujar Edel kesal.
Menurut Edel, tidak terdapat rumah yang roboh di Lingkungan Lego. Namun, kerusakan berupa retakan pada dinding dan bagian bangunan lainnya cukup banyak ditemukan dan terlihat secara kasat mata.
"Masa ini yang kalau kita dorong saja dia rubuh baru bilang tidak masuk prioritas, kami hanya butuh keadilan. Datang survey harus jelas supaya masyarakat merasa puas ada perhatian dari pemerintah" katanya.
Protes ke Kantor Lurah, Pendataan Ulang
Tak puas dengan proses pendataan, Edel bersama warga kemudian mendatangi Kantor Lurah Natanage Timur untuk meminta penjelasan sekaligus mendorong pendataan ulang.
Tokoh masyarakat Natanage ini mengaku sempat meluapkan kekesalannya karena tenaga survei disebut sudah tidak tersedia.
“Pagi tadi saya pergi ke kantor lurah untuk menyampaikan kekesalan. Kami minta tenaga survei dikembalikan karena pendataan belum selesai,” ujar Edel.