200 Rumah Tangga Terdampak Gempa di Cibal Terima Bantuan Kemanusiaan Islamic Relief Indonesia
- Tim
Manggarai, NTT ViVa– Roda truk pengangkut bantuan Islamic Relief Indonesia melibas jalan-jalan sempit menuju Kentol dan Pagal.
Dua kampung di Kecamatan Cibal itu mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa yang mengguncang Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur, Sabtu 15 Agustus 2026.
Distribusi bantuan untuk Kentol dan Pagal berlangsung pukul 10.00-11.00 WITA, dilanjutkan ke Nenu dan Gapong pada pukul 11.00-12.00 WITA. Total 200 rumah tangga menerima bantuan pada Kamis, 27 Agustus 2026 itu.
Data penerima bantuan tidak asal comot tapi berdasarkan data awal dari pemerintah setempat dan verifikasi langsung di lapangan oleh enumerator denga prioritas menyasar rumah tangga dengan kerusakan rumah kategori berat yang memiliki anggota keluarga rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak.
Distribusi hari kedua ini merupakan bagian dari respons yang menyasar 500 rumah tangga terdampak gempa dengan total nilai bantuan Rp744.500.000, berdasarkan hasil asesmen cepat kebutuhan dan kondisi riil di lapangan. Bantuan mencakup tiga jenis paket: pangan, perlindungan sementara, serta kebersihan dan kebutuhan dasar keluarga.
Paket pangan berisi 25 kg beras premium, 2 liter minyak goreng, 1 kg gula, 30 butir telur ayam, 250 gram garam beryodium, 220 ml kecap, dan 420 gram biskuit. Paket kebersihan terdiri dari sabun mandi, sikat dan pasta gigi, sampo, deterjen, ember, gayung, dan sikat baju. Untuk rumah tangga dengan rumah rusak berat, ditambahkan satu lembar terpal ukuran 4 x 6 meter dan dua lembar selimut. Seluruh bantuan diberikan gratis, tanpa pungutan, pemotongan, atau pengurangan kuantitas.
Dzikri Insan yang memimpin misi kemanusiaan Islamic Relief Indonesia di NTT, berkata, pihaknya merespons cepat situasi darurat di tengah masyarakat.
“Sejak awal kami sepakat bahwa kecepatan dalam situasi darurat tidak boleh menghilangkan akuntabilitas. Karena itu, kami menggunakan data pemerintah sebagai basis awal, kemudian melakukan verifikasi langsung di lapangan. Kami juga memastikan masyarakat mengetahui apa yang menjadi hak mereka, bahwa bantuan diberikan secara gratis dan tidak boleh ada pungutan ataupun pengurangan,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, enumerator lokal, dan masyarakat menjadi faktor penting yang memungkinkan penjangkauan rumah tangga terdampak dalam waktu relatif singkat.