Di Tenda Pengungsian, Sinyal Indosat Menjaga Kabar Keluarga Pascagempa
- Sevrin Waja
Nagekeo, NTTVIVA- Di atas kasur tipis yang digelar di lantai tenda BNPB, Maria Yuanita Nena (43) duduk termenung. Sudah 12 hari keluarganya bertahan di tenda darurat.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nagekeo pada 15 Agustus 2026 lalu merobohkan rumah mereka di Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Ruang yang sempit, kasur tipis sebagai alas tidur, serta suasana pengungsian yang belum juga kembali normal membuat pikiran Maria suntuk. Dari dalam tenda BNPB, ia melihat anak-anak berlarian di antara tenda yang berjejer rapat.
Suara percakapan para pengungsi bercampur dengan aktivitas warga yang menjalani hari di tengah keterbatasan.
Maria sesekali memandang ke luar tenda, mengikuti aktivitas di sekelilingnya. Namun di tengah keramaian dan celotehan anak-anak di depan tenda, pikirannya justru tertuju kepada anaknya, Firdaus Agustinus Buu, yang berada jauh di Bali.
Rasa rindu membuatnya ingin mendengar suara dan melihat wajah sang anak, meski hanya melalui layar telepon seluler.
Maria kemudian meraih telepon seluler yang tergeletak di sampingnya. Ia membuka aplikasi myIM3 yang belum lama diunduhnya secara gratis melalui Play Store. Jempolnya memilih menu paket data, lalu mengisi paket internet yang dibutuhkannya. Jari-jarinya bergerak perlahan di atas layar, memastikan paket data aktif sebelum menghubungi anaknya.
"Isi paket yang 30 giga Rp50 ribu biar agak lama, isi di aplikasi myIM3 biar lebih murah" ungkap Maria saat ditemui di tenda pengungsian, Kamis 27 Agustus 2026 pagi.
Setelah paket data terisi, Maria membuka fitur panggilan video dan menghubungi anaknya yang berada di Bali. Tak lama, wajah sang anak muncul di layar ponsel.
“Sudah makan?” tanya Maria kepada anaknya. “Sudah, Mama,” jawab Firdaus dari seberang layar.
Maria kemudian tersenyum. Percakapan sederhana itu berlangsung beberapa menit. Meski hanya melalui layar telepon, ia bisa melepas rindu sekaligus memastikan kondisi anaknya tetap baik.
Hampir setengah jam berbincang melalui panggilan video, Maria kemudian mengakhiri percakapannya dengan Firdaus.
Maria lalu menyerahkan telepon selulernya kepada anak perempuannya yang berada di dalam tenda. "Sudah dulu ini Ade minta HP mau nonton YouTube, nanti baru lanjut lagi, hati-hati di situ" pesan Maria sebelum mematikan Handphone.