Anak Patah Tulang, Rumah Ambruk: Keluarga Korban Gempa Flores Belum Bisa Pulang
- Rosis Adir
Manggarai Timur, NTT ViVa–Novalia Serena Wis (22) perlahan mengangkat tubuhnya dari ranjang, lalu duduk di atas kursi di dalam tenda pengungsian, di Kelurahan Satar Peot, Borong, Manggarai Timur, Rabu pagi, 26 Agustus 2026.
Kaki kanannya yang patah di bagian paha dijulurkan lurus ke depan, ditopang sebuah kursi di hadapannya.
Sudah beberapa hari terakhir Novalia lebih banyak berbaring, sejak menjalani operasi di RSUD Borong. Sesekali ia mencoba duduk dengan bantuan kedua orang tuanya.
Begitu berhasil duduk tegak, ia mengaku lega.
“Itu baru saya lega. Macam lega sekali,” katanya, Rabu pagi.
Di dalam tenda jingga bertuliskan BNPB berukuran 3x4 meter itu, tampak dua tongkat tersandar di sudut. Satu milik Novalia, satu lagi milik adiknya, Yolana Anggrenita Selis (13). Yolana turut mengalami patah tulang paha setelah tertimpa reruntuhan rumah saat gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Korban setelah operasi dan ditempatkan di posko pengungsian sembari menunggu jadwal kontrol ke RSUD Borong
- Rosis Adir
Sementara itu, di wajah Angelina Fitri Ade (18), salah satu adik Novalia, tertempel perban luka. Ia tampak berbaring di salah satu sudut tenda.
Ketiganya adalah buah hati dari pasangan Marianus Selis (46) dan Yovita Jina (43), warga Kampung Satar Teu, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda Utara.
Kampung Satar Teu berada di pesisir utara Flores, berjarak sekitar 100 kilometer dari Borong, ibukota Manggarai Timur di pesisir selatan.
Marianus mengatakan ketiga anaknya itu rutin mengonsumsi obat yang diberikan dokter. Petugas medis juga datang memeriksa kondisi mereka.
“Setiap hari mereka datang cek,” katanya.
Yovita Jina mengatakan Novalia dan Yolana sudah mulai bisa bergerak dan duduk.
“Sudah bisa gerak untuk duduk,” katanya.
Sebelum gempa, Novalia bekerja sebagai tenaga sukarelawan di Puskesmas Weleng, di wilayah Kecamatan Lamba Leda. Ia mulai bekerja sejak Januari 2026.
Sementara Angela dan Yolana masih sekolah. Angela sudah mendaftar kuliah dan Yolana masih duduk di bangku kelas satu SMP.
Menurut Yovita, dokter memperkirakan kedua anaknya yang patah tulang membutuhkan waktu sekitar dua bulan sebelum mulai bisa menapakkan kaki secara bertahap. Untuk berjalan seperti biasa, masa pemulihannya diperkirakan lebih lama.