Sepiring Nasi Dela, Ikhtiar Bunda Menjaga Gizi Anak di Tenda Darurat

Dela Yulia Riska (3) saat makan di tenda pengungsian
Sumber :
  • Sevrin Waja

Nagekeo, NTTVIVA- Duduk beralaskan tikar di dalam tenda pengungsian, Dela Yulia Riska (3), menyuap nasi putih bercampur tumisan kol. Ikan teri tersaji dalam rantang kecil di samping piringnya.

img_title BNPB Siapkan Pilihan Huntara atau Bantuan Bulanan bagi Warga Rumah Rusak Berat

Di sebelahnya, sang ibu, Sukmawati, duduk menemani. Tak jauh dari mereka, Diva (9), kakaknya, menggendong adik berusia 7 bulan yang terjaga dan mulai rewel.

Pakaian terlipat dan bahan makanan seperti telur, susu, serta mi tersusun di sisi tikar, memenuhi ruang sempit yang menjadi tempat keluarga itu makan sekaligus beristirahat.

img_title 375 Sekolah Terdampak Gempa di Manggarai Timur, Siswa Masih Belajar di Bawah Terpal

Dela kembali menyendok nasi seolah tak menghiraukan orang di sekelilingnya. Di luar tenda, celotehan anak-anak sebaya bermain terdengar bersahutan.

"Mungkin lapar dia, sudah mau jam 11 tadi pagi tidak sarapan dia, makanya tadi asyik main pulang minta makan," ungkap Sukmawati saat ditemui di tenda pengungsian halaman Gereja Katolik Stasi Yesus Kerahiman, Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Jumat (28/8/2026).

img_title Pemkab Nagekeo Apresiasi Bank Syariah Nasional, Harap Dukungan Tahap Pemulihan

Sebelum tinggal di tenda pengungsian, Dela tidak pernah absen sarapan. Pagi hari menjadi waktu yang biasa bagi keluarga itu untuk menyiapkan makanan sebelum anak-anak menjalani aktivitas. Namun, setelah gempa membuat mereka meninggalkan rumah, kebiasaan sederhana itu tak selalu mudah dipertahankan.

“Kalau di rumah pagi-pagi selalu sarapan dia, tapi sekarang keadaan kita di tenda ini kadang sarapan, kadang tidak. Kadang tunggu nasi yang dibagi dari posko. Kalau belum datang, saya terpaksa masak pagi-pagi di luar, yang penting anak-anak bisa makan,” beber Sukmawati.

Bagi Sukmawati, memastikan Dela tetap makan bukan sekadar menunggu makanan bantuan tiba. Ketika jadwal pembagian belum datang, ia memilih memasak sendiri dengan bahan yang masih tersedia. Telur, mi, susu, dan bahan makanan lain yang diterima dari bantuan pun harus diatur agar tidak habis dalam sekali makan.

Ada bahan makanan yang disimpan untuk waktu berikutnya. Ada pula yang disiapkan ketika anak-anak mulai lapar. Di tengah ruang tenda yang sempit, Sukmawati belajar mengatur persediaan yang ada agar kebutuhan anak-anak tetap terpenuhi.

“Mau bagaimana lagi, saya hanya jaga takut mereka sakit saja. Dela kan sukanya minum susu, makanya dia punya SGM ini jangan memang habis,” ungkap Sukmawati.

Halaman Selanjutnya
img_title