Keluarga Ibu Hamil Korban Gempa Keluhkan Bidan RSUD Borong, Manajemen Telusuri

RSUD Borong
Sumber :
  • Istimewa

Manggarai Timur, NTT, ViVa– Seorang ibu hamil korban terdampak bencana gempa Flores diduga mendapat perlakuan tidak mengenakkan di RSUD Borong, Manggarai Timur. 

img_title Pasca Gempa dan Erupsi, Bandara Mbay Dinilai Penting untuk Flores

Keluarga pasien mengeluhkan sikap seorang bidan yang disebut mengatakan bahwa keluarga tidak berhak menanyakan kepastian jadwal operasi persalinan. Tak hanya itu, pasien beserta keluarganya diduga juga diusir dari ruang pelayanan tempat mereka menunggu.

Keluhan itu disampaikan akun Facebook Ecell J pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

img_title Himpaudi NTT Kunjungi Guru PAUD Korban Gempa Manggarai Timur, Kondisi Dilaporkan ke Pusat

Ibu hamil yang tengah menanti proses persalinan, apalagi dalam kondisi psikologis yang belum sepenuhnya pulih akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.

Dalam unggahannya, Ecell J mengatakan saudaranya merupakan ibu hamil yang terdampak gempa dan telah dua hari dirawat di RSUD Borong. 

img_title RSL Pengganti RSUD Ruteng Bocor Diguyur Hujan, Pasien Sempat Panik

Rumah keluarganya itu di wilayah Kecamatan Lamba Leda Utara, kata dia, mengalami kerusakan.

Pasien tersebut, tulis Ecell J, akan menjalani operasi persalinan di RSUD Borong. Ia kemudian datang ke rumah sakit untuk menanyakan kapan operasi saudaranya akan dilakukan.

Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 berdampak pada sejumlah wilayah, termasuk Manggarai Timur. Bencana tersebut menyebabkan korban jiwa dan luka-luka serta merusak ribuan rumah. Sejumlah warga terdampak masih membutuhkan pelayanan kesehatan, termasuk mereka yang mengalami luka maupun membutuhkan penanganan medis lanjutan.

Dalam situasi tersebut, Ecell J mengaku mendapat jawaban dari seorang bidan yang bertugas di ruang bersalin bahwa dirinya tidak berhak menanyakan jadwal operasi karena bukan suami pasien.

"Yang saya mau tanyakan apakah saya sebagai saudara kandungnya diam saja jika saudari saya memohon kepada saya untuk tanyakan hal tersebut?" tulis Ecell J.

Ia juga mengeluhkan dugaan sikap petugas yang meminta pasien dan keluarga keluar dari ruang pelayanan.

"Yang paling sadis, ada oknum Bidan, katanya punya hak untuk mengusir pasien dan keluarga pasien karena itu adalah ruangan kerjanya, yang dimana ruangan tersebut ruang untuk pelayanan pasien," tulisnya.

Ecell J meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, khususnya Dinas Kesehatan dan manajemen RSUD Borong, mengevaluasi pelayanan kepada pasien serta memberikan pembinaan kepada tenaga kesehatan jika ditemukan pelanggaran etika.

Halaman Selanjutnya
img_title