Ibu Hamil Korban Gempa Meninggal Pascaoperasi Caesar, RSUD Borong Bakal Diproses Hukum

Selviana Tijung, penyintas gempa Flores meninggal pasca operasi caesar di RSUD Borong
Sumber :
  • Rosis Adir

Manggarai Timur, NTT ViVa–Selviana Tijung (31), ibu hamil penyintas gempa Flores meninggal dunia pada Minggu pagi, 30 Agustus 2026, setelah menjalani operasi caesar di RSUD Borong. Keluarga pertanyakan lambannya penanganan medis terhadap Selviana di rumah sakit pelat merah tersebut.

img_title Pemilik Mulai Bersihkan Puing Ruko di Borong yang Hancur Akibat Gempa Flores

Selviana, warga Hedok, Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, dirujuk oleh petugas medis Puskesmas Dampek ke RSUD Borong untuk menjalani operasi caesar.

Suaminya, Petrus Forfier Insano, mengatakan petugas menyarankan tindakan operasi karena kondisi istrinya dinilai tidak memungkinkan untuk persalinan normal. Meski perkiraan medis sebelumnya menyebut hari perkiraan lahir baru jatuh pada awal September.

img_title 375 Sekolah Terdampak Gempa di Manggarai Timur, Siswa Masih Belajar di Bawah Terpal

Petrus dan Selviana, yang saat itu tinggal di tenda pengungsian akibat gempa, tiba di RSUD Borong pada Rabu malam, 27 Agustus 2026.

Menurut Petrus, pihak rumah sakit tidak langsung melakukan operasi, melainkan lebih dulu memberikan tindakan induksi untuk mengupayakan persalinan normal. Ia mengaku dua kali mengajukan permintaan agar istrinya segera dioperasi, sebelum akhirnya tindakan caesar dilakukan pada Sabtu malam, 29 Agustus 2026.

img_title Hanya Dua Desa di Manggarai Nihil Kerusakan Rumah Akibat Gempa Flores

Selviana melahirkan bayi perempuan dalam kondisi selamat. Namun pascaoperasi, kondisinya memburuk dan ia harus dirawat di ruang ICU. Nyawanya tidak tertolong; ia meninggal Minggu pagi.

Kematian Selviana, menyisakan hal yang tidak mengenakkan yang diterima keluarga. Sehari sebelum operasi dilakukan, kerabat Selviana, Ecell J, menuliskan keluhan mengenai pelayanan RSUD Borong melalui akun Facebook pribadinya.

Menurut Ecell, ia mendatangi rumah sakit atas permintaan Selviana untuk menanyakan jadwal operasi. Saat itu Selviana sudah dua hari menjalani perawatan.

Ecell mengklaim seorang bidan di ruang bersalin menyatakan dirinya tidak berhak menanyakan hal tersebut karena bukan suami pasien, dan mengeluhkan dugaan sikap petugas yang meminta pasien beserta keluarganya keluar dari ruang pelayanan.

Ecell meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Dinas Kesehatan, dan manajemen RSUD Borong mengevaluasi pelayanan terhadap pasien. Keluhan itu ia sampaikan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, hari yang sama ketika Selviana akhirnya menjalani operasi caesar pada malam harinya.

Respons RSUD Borong

Humas RSUD Borong, Ellen Galis, menyatakan pihak rumah sakit hingga Sabtu malam belum menerima laporan atau pengaduan resmi terkait keluhan tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title