Menembus Jejak Gempa: Menjaga Nadi Energi Flores Tetap Mengalir

Awak mobil Tanki (AMT) PT. Elnusa Tbk, Adiman Abdullah (43)
Sumber :
  • Sevrin Waja

Nagekeo, NTTVIVA- Subuh di Kota Ende masih lengang. Kokok ayam bersahutan di antara rumah-rumah warga yang sebagian besar masih tertutup rapat. Di kediamannya, Jalan Gatot Soebroto, Kelurahan Mautapaga, Ende Timur, Kabupaten Ende, Adiman Abdullah, 43 tahun, baru saja menunaikan salat. Ia bersiap sarapan dan menyeruput kopi sebelum berangkat bekerja.

img_title Ronald Rabu Jembatani Bantuan, BSN Hadir untuk Penyintas Gempa Nagekeo

Hari itu, aktivitas warga Flores berubah setelah gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026. Guncangan kuat membuat warga berhamburan keluar rumah dan memaksa sebagian masyarakat meninggalkan tempat tinggal mereka untuk mencari lokasi yang lebih aman.

Seragam kerja PT Elnusa Tbk berwarna putih abu-abu telah disiapkan sang istri. Adiman kemudian melangkah keluar menuju halaman. Motornya sudah terparkir, siap mengantarnya memulai perjalanan.

img_title Nonton Bersama Jadi Ruang Pemulihan Anak Pengungsi Pascagempa Nagekeo

Namun, baru beberapa langkah dari rumah, tanah tiba-tiba berguncang hebat. Dinding dan benda-benda di dalam rumah ikut bergetar.

"Waktu kejadian itu saya masih di rumah, mau siap-siap berangkat ke kantor, tiba-tiba gempa, goyang kuat sekali. Ada istri dan anak di rumah. Beruntung tidak apa-apa, hanya rumah retak. Kami semua aman," ujar Adiman saat ditemui di SPBU Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, 24 Agustus 2026 sore.

img_title Indosat Salurkan Bantuan Logistik Hingga Portable Wifi Bagi Penyintas Gempa Nagekeo

Setelah guncangan mereda, suasana berubah kacau. Warga berhamburan keluar rumah, sebagian berlari mencari tempat aman. Di tengah situasi tersebut, awak mobil tangki (AMT) PT Elnusa Tbk, Ende, menerima informasi dari kantor agar tidak melakukan distribusi sebelum kondisi benar-benar kondusif.

"Pas setelah kejadian itu, kami dapat informasi dari kantor dari Ibu Yanti, bagian HRD, bahwa hari ini jangan dulu ke kantor karena situasi masih gempa," ungkap Adiman.

Dedikasi dan loyalitas yang telah tertanam dalam diri Adiman membuatnya tak tenang untuk tetap berada di rumah. Setelah memastikan istri dan anaknya selamat, ia memilih kembali menjalankan tugas. Motor dinyalakan. Adiman meninggalkan rumah dan menembus jalan yang masih dipenuhi warga yang mengungsi.

"Saya tetap berangkat ke kantor. Kami baru bisa ada pengiriman itu sekitar jam 3, tapi utamakan dalam kota dulu," katanya.

Malam yang Belum Usai

Halaman Selanjutnya
img_title