RSUD Borong Klarifikasi Kematian Pasien Selviana Pascabedah Caesar, Klaim Penanganan Medis Sesuai SOP
- Rosis Adir
Manggarai Timur, NTT ViVa– Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur membantah tudingan bahwa pihaknya menunda penanganan terhadap Selviana Tijung, ibu hamil korban gempa Flores yang meninggal dunia pascabedah caesar.
Bantahan tersebut disampaikan dalam konferensi pers pada Senin, 31 Agustus 2026, sehari setelah padien meninggal. Sehari sebelum pasien meninggal, keluarga korban mengeluhkan lambannya penanganan medis terhadap Selviana.
Konferensi pers tersebut dihadiri oleh Direktur RSUD Borong dr. Kresensia Nensy, Kepala Subbagian Tata Usaha Kornelis Bedi, dua dokter spesialis obstetri dan ginekologi yakni dr. Agrifa dan dr. Tuti, dokter spesialis anestesi dr. Zul, serta Hubungan Masyarakat RSUD Borong Mariana M. Galis.
Selviana Tijung, 31 tahun, merupakan warga Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Ia menjadi salah satu warga terdampak gempa Flores pada 15 Agustus 2026.
Sebelumnya, Selviana sempat ditangani petugas medis di desanya yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Dampek. Berdasarkan keterangan keluarga yang diberitakan NTT VIVA, petugas medis kemudian merujuk Selviana ke RSUD Borong karena kondisinya mengharuskan tindakan operasi caesar.
Selviana bersama suaminya, Petrus Forfier Insano, tiba di RSUD Borong pada Rabu malam, 27 Agustus 2026. Keluarga menyebut Selviana sebelumnya tinggal di tenda pengungsian setelah rumah mereka rusak akibat gempa.
Menurut penuturan Petrus, istrinya sempat menjalani tindakan induksi untuk mengupayakan persalinan normal. Ia mengaku dua kali meminta agar Selviana segera dioperasi, sebelum akhirnya tindakan caesar dilakukan pada Sabtu malam, 29 Agustus 2026.
Selviana melahirkan bayi perempuan dalam kondisi selamat. Namun, kondisinya memburuk setelah operasi dan ia kemudian dirawat di ruang ICU. Nyawanya tidak tertolong, dan Selviana meninggal dunia pada Minggu pagi, 30 Agustus 2026.
Kronologi Versi RSUD Borong
Pihak RSUD Borong membantah adanya penundaan penanganan terhadap Selviana. Rumah sakit menyatakan setiap tindakan medis diberikan berdasarkan kondisi dan kebutuhan klinis pasien, serta melalui pertimbangan tim medis.
RSUD Borong juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian penanganan pasien, telah dilaksanakan sesuai Standar Prosedur Operasional Pelayanan Medis Obstetri Ginekologi dan Standar Prosedur Operasional Pelayanan Medis Anestesi.