Dokter RSUD Borong: Ibu Hamil Korban Gempa Tidak Langsung Dioperasi karena Hasil Pemeriksaan Dinilai Belum Darurat
- Rosis Adir
Manggarai Timur, NTT ViVa–Dokter di RSUD Borong, Kabupaten Manggarai Timur, mengatakan seorang ibu hamil korban gempa yang kemudian meninggal setelah operasi caesar tidak langsung menjalani operasi ketika tiba di rumah sakit karena hasil pemeriksaan awal dinilai belum menunjukkan kondisi darurat.
Spesialis obstetri dan ginekologi RSUD Borong, dr. Tuti, mengatakan pasien datang sebagai rujukan dari tenaga kesehatan di desa. Namun, surat rujukan yang diterima rumah sakit tidak menyebut pasien harus segera menjalani operasi.
"Di surat rujukan itu tidak ada keterangan harus segera dioperasi. Di situ keterangannya butuh penanganan lanjut," kata Dokter Tuti dalam konferensi pers RSUD Borong, Senin, 31 Agustus 2026.
Keterangan tersebut disampaikan rumah sakit setelah sebelumnya muncul pemberitaan mengenai seorang ibu hamil korban gempa, Selviana Tijung, yang meninggal setelah menjalani operasi caesar di RSUD Borong. Keluarga pasien sebelumnya mengunggah video protes di media sosial yang mempertanyakan proses penanganan pasien dan muncul dugaan adanya keterlambatan tindakan medis.
Menurut dr. Tuti, setelah pasien tiba di RSUD Borong pada Rabu malam, 27 Agustus 2026, tim medis kembali melakukan pemeriksaan untuk menentukan tindakan yang paling sesuai.
Pemeriksaan meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik, USG dan CTG untuk menilai kondisi janin.
"Dari pemeriksaan itu tidak ada emergency untuk dilakukan operasi segera pada pasien ini," ujarnya.
Karena itu, dokter memilih melakukan induksi persalinan dengan tujuan mengupayakan persalinan normal.
Operasi dilakukan karena persalinan macet
Dokter Agripa, spesialis obstetri dan ginekologi RSUD Borong, juga mengatakan keputusan untuk tidak langsung melakukan operasi juga didasarkan pada evaluasi ulang terhadap kondisi ibu dan janin.
Menurut dia, rumah sakit tidak serta-merta menjadikan surat rujukan dari fasilitas kesehatan sebelumnya sebagai dasar untuk menentukan operasi.
"Kami tidak serta-merta menerima semua rujukan, keterangan rujukan dari puskesmas atau desa. Kami akan mengevaluasi ulang dari ibu, dari kesehatan janin," katanya.
Agripa mengatakan hasil USG menunjukkan air ketuban pasien masih cukup.
Pemeriksaan CTG juga menunjukkan kategori satu yang, menurut dia, menandakan kondisi janin dalam keadaan baik.