Ronald Rabu Jembatani Bantuan, BSN Hadir untuk Penyintas Gempa Nagekeo
- Sevrin Waja
Nagekeo, NTTVIVA- Dari unggahan di media sosial, Ronald Rabu tokoh muda Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, mencoba membuat penderitaan warga terdampak gempa Nagekeo diketahui lebih banyak orang.
Tak disangka, aktivitas itu kemudian membuka jalan bagi hadirnya bantuan Bank Syariah Nasional (BSN) bersama Yayasan Indonesia Emas Merdeka untuk bisa hadir di Nagekeo membantu meringankan beban para penyintas gempa selama kurang lebih 10 hari.
Sebagai Influencer yang aktif dalam bermedia sosial, Ia membagikan kondisi warga yang masih bertahan di tenda, rumah-rumah yang rusak, hingga kebutuhan penyintas setelah gempa mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Bagi Ronald, media sosial bukan hanya ruang untuk berbagi informasi. Ia menggunakannya untuk mempertemukan kebutuhan warga dengan pihak yang memiliki kepedulian dan sumber daya untuk membantu.
Jalan itu terbuka ketika sesaat setelah gempa mengguncang Flores dan warga mengungsi, seorang wartawan Investor Daily, Emanuel Kure yang berada di Jakarta, menghubungi Ronald dan meminta bantuannya menjembatani komunikasi dengan pihak BSN dan Yayasan Indonesia Emas Merdeka.
“Saya dihubungi oleh wartawan Investor Daily untuk menjembatani Bank Syariah Nasional dan Yayasan Indonesia Emas Merdeka. Setelah itu kita diminta untuk Zoom meeting,” ujar Ronald saat ditemui di Posko Dapur umum BSN dan Yayasan Indonesia Emas Merdeka di Aeramo, Selasa 1 September 2026.
Bank Syariah Nasional (BSN) merupakan bank umum syariah swasta non-devisa di Indonesia yang resmi beroperasi pada 22 Desember 2025. BSN merupakan bagian dari kelompok Bank Tabungan Negara (BTN) dan hadir sebagai salah satu bank syariah nasional yang melayani kebutuhan keuangan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Ronald menyampaikan kondisi warga di lapangan. Namun, bantuan tidak bisa hanya mengandalkan cerita. BSN dan Yayasan Indonesia Emas Merdeka meminta asesmen berupa data warga, jumlah pengungsi, secara real time, by name, by address, agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan penyintas.
Ronald bersama relawan lokal kemudian turun melakukan pendataan dan asesmen sekaligus memaparkan kesiapan sumberdaya, mulai dari lokasi peembangunan dapur hingga kesiapan relawan dalam rangka implementasi lapangan.