"Tanta Minta Tolong Cek Dulu Saya": Hari-hari Terakhir Selviana Tijung di RSUD Borong

Petrus Forier Insano menangis di sisi jenazah istrinya di RSUD Borong
Sumber :
  • Rosis Adir

Manggarai Timur, NTT ViVa– “Tanta, minta tolong cek dulu saya.”

img_title Pasca Gempa dan Erupsi, Bandara Mbay Dinilai Penting untuk Flores

Kalimat itu masih diingat Monica, warga Kecamatan Borong, sebagai permintaan terakhir yang ia dengar dari Selviana Tijung di ruang bersalin RSUD Borong.

Kamis, 27 Agustus 2026, Monica sedang mendampingi adiknya menjalani proses persalinan ketika ia melihat perempuan asal Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara itu juga tengah menjalani perawatan menuju persalinan. Perawatan yang, tak lama kemudian, tidak pernah sampai pada akhir yang diharapkan.

img_title Himpaudi NTT Kunjungi Guru PAUD Korban Gempa Manggarai Timur, Kondisi Dilaporkan ke Pusat

Monica masuk ke ruang bersalin sekitar pukul 14.00 WITA. Saat itu, Selviana sudah lebih dulu berada di rumah sakit setelah tiba pada Rabu malam, 26 Agustus 2026.

Selviana datang dari Puskesmas Dampek setelah menjalani pemeriksaan kehamilan usai gempa mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

img_title RSL Pengganti RSUD Ruteng Bocor Diguyur Hujan, Pasien Sempat Panik

Menurut suaminya, Petrus Forier Insano, dari Puskesmas Dampek mereka mendapat informasi bahwa air ketuban dalam kandungan Selviana berkurang. Padahal, berdasarkan perkiraan persalinan, Selviana mestinya melahirkan pada September 2026.

Petrus Forier Insano menatap jasad istrinya di dalam mobil ambulance di RSUD Borong

Photo :
  • Rosis Adir

Karena kondisi tersebut, Selviana kemudian dirujuk ke RSUD Borong.

“Bunyi rujukan bahwa saya punya istri bukan pergi untuk baring, tapi untuk operasi. Langsung operasi, bukan untuk pergi baring (di RSUD Borong),” kata Petrus.

Namun, menurut Petrus, operasi tidak langsung dilakukan setelah mereka tiba di RSUD Borong.

“Saya punya keluhan dua kali ke bidan yang tangani dia di rumah sakit itu untuk tindak lanjut operasi, tapi mereka tidak pernah respons,” cerita Petrus.

Setiap kali menyampaikan kondisi istrinya kepada petugas di ruang bersalin, Petrus mengaku diminta menunggu.

“Tunggu suntik perangsang,” katanya.

“Kami sudah tiga hari di rumah sakit. Selama tiga hari itu, hanya tidur saja di rumah sakit,” tambahnya.

Petrus mengatakan, pada hari ketiga kondisi Selviana semakin memburuk. Bagian yang ia sebut sebagai “saluran kencing” istrinya disebut mengalami pembengkakan.

‘Tanta, minta tolong cek dulu saya’

Monica mengatakan selama berada di ruang bersalin, ia mendengar Selviana mengeluh kesakitan.

“Memang kami lihat dan mendengar dia mengeluh kesakitan,” kata Monica.

“Terus kami tanya, kenapa rujuk jauh-jauh? Terus dia jawab, air ketuban sudah tidak ada.”

Halaman Selanjutnya
img_title