Danone Indonesia Mendukung Kemen PPPA Sinergikan Pemenuhan Gizi serta Pemulihan Trauma Anak Pascagempa NTT

Seorang anak korban gempa di Manggarai menerima bingkisan dari tim Danone Indonesia
Sumber :
  • Nona Tari

Manggarai, NTT ViVaDanone Indonesia mendukung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dalam upaya membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya perempuan dan anak yang membutuhkan perhatian dan perlindungan lebih dalam situasi bencana.

img_title Pasca Gempa dan Erupsi, Bandara Mbay Dinilai Penting untuk Flores

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah, masyarakat, organisasi kemanusiaan, dunia usaha, dan berbagai elemen bangsa yang bergotong royong membantu masyarakat NTT melewati masa tanggap darurat dan pemulihan pasca bencana.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifah Fauzi mengunjungi sejumlah lokasi terdampak gempa di Manggarai Barat dan Manggarai pada 24-25 Agustus 2026. Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat serta memastikan kebutuhan dasar dan perlindungan bagi perempuan dan anak mendapat perhatian selama masa tanggap darurat.

img_title Himpaudi NTT Kunjungi Guru PAUD Korban Gempa Manggarai Timur, Kondisi Dilaporkan ke Pusat

Rangkaian kunjungan turut diikuti Psikolog Anak yang juga Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Periode 2021-2026 Seto Mulyadi atau Kak Seto, jajaran Kemen PPPA, pemerintah daerah, Danone Indonesia, serta berbagai pihak terkait.

Di Labuan Bajo, rombongan mengunjungi sejumlah lokasi terdampak, antara lain Rumah Shelter di Manggarai Barat, Desa Golo Bias, dan RSUD Komodo. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Ruteng, Kabupaten Manggarai, antara lain ke Posko Kabupaten Ruteng, SLB Tenda Ruteng, serta sejumlah posko masyarakat terdampak.

img_title Saat Bumi Berguncang, Menara TBIG Menjaga Flores Tetap Terhubung

Danone Indonesia mendukung Kemen PPPA dalam upaya membantu masyarakat terdampak gempa Flores

Photo :
  • Nona Tari

Dalam situasi bencana, perempuan dan anak merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus. Selain pemenuhan kebutuhan dasar, keberadaan ruang aman serta pendampingan psikososial menjadi bagian penting dalam membantu mereka melewati masa tanggap darurat dan menjalani proses pemulihan.

Menteri PPPA RI, Arifah Fauzi menekankan bahwa pemulihan bagi perempuan dan anak terdampak bencana tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar. Khusus bagi anak-anak yang mengalami trauma akibat gempa, diperlukan pendampingan secara berkelanjutan.

“Trauma healing tidak dapat dilakukan hanya sekali atau dua kali. Sehingga diperlukan pendampingan jangka panjang dengan melibatkan psikolog,” ujar Menteri PPPA, Arifah Fauzi.

Menteri PPPA juga menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan solidaritas dalam membantu masyarakat terdampak.

Halaman Selanjutnya
img_title