Merawat Bumi Adalah Separuh Nafas

Ketua Stasi Pajoreja Romaldus Fredimus Lebi
Sumber :
  • Sevrin Waja

Nagekeo, NTTVIVA- Ratusan orang muda Katolik (OMK) se-Paroki St. Joane Baptista Wolosambi, Kevikepan Mbay, Keuskupan Agung Ende, mengikuti kegiatan Wolosambi Youth Day XI tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama sepekan di Kampung Pajoreja, Desa Ululoga, Kecamatan Mauponggo ini diikuti sekitar 800 orang muda Katolik dari 14 stasi. 

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pastor Paroki Wolosambi Rm. Arnoldus Jansen Triono didampingi Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada, Sabtu 20 Juni 2026.

Mengusung tema “Merawat Bumi Sebagai Rumah Kita Bersama”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang perjumpaan kaum muda, tetapi juga ajang refleksi atas relasi manusia dengan alam.

Bagi masyarakat Pajoreja yang hidup di kaki Gunung Ebulobo, alam bukan hanya ruang tinggal, melainkan bagian yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Hamparan kebun cengkeh, pala, kemiri, serta sumber-sumber air telah lam

Pembukaan Wolosambi Youth Day

Photo :
  • Sevrin Waja

a menjadi penopang hidup dan identitas masyarakat setempat.

 

Karena itu, tema yang diangkat dalam Wolosambi Youth Day XI diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, melainkan tumbuh menjadi gerakan nyata yang lahir dari kesadaran kaum muda untuk menjaga lingkungan di sekitarnya.

Ketua Stasi Pajoreja, Romaldus Fredimus Lebi, dalam arahannya menegaskan bahwa tema tersebut harus diwujudkan dalam tindakan konkret, sehingga kegiatan tidak hanya menghasilkan output, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan beriman. Karena itu, setiap orang muda Katolik didorong untuk mengambil peran dalam menjaga kebersihan dan kelestarian alam.

"Jika menjaga kebersihan adalah bagian dari iman, maka merawat bumi adalah separuh nafas," ujar Romanus yang akrab disapa Fredi di hadapan ratusan peserta.

Fredi yang juga anggota DPRD Nagekeo itu berpesan agar para peserta menjunjung tinggi sportivitas serta menaati seluruh aturan selama kegiatan berlangsung, termasuk saat berada di rumah-rumah warga. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap dan menghormati tuan rumah sebagai bagian dari nilai kebersamaan.

Ia berharap semangat yang dibangun selama Youth Day tidak berhenti di lokasi kegiatan, tetapi dibawa pulang ke setiap stasi dan lingkungan masing-masing melalui tindakan sederhana seperti menjaga kebersihan, menanam pohon, serta merawat sumber-sumber kehidupan di sekitar mereka.