Wakil Gubernur NTT Buka Rakor Program Kosabangsa dan KKN Tematik Gentaskin 2025

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, membuka Rapat Koordinasi Kosabangsa dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan (Gentaskin) Tahun 2025.
Sumber :
  • Arrie

Kupang, NTT ViVa– Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, resmi membuka Rapat Koordinasi Program Konsorsium Perguruan Tinggi (KPT) Kosabangsa dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan (Gentaskin) Tahun 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XV di Hotel Harper Kupang pada Senin, 14 Juli 2025.

img_title 980 Dapur Gizi Dibuka Serentak, Menyasar 1,4 Juta Penerima di Wilayah 3T dan Daerah Stunting Tinggi

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Atasi Stunting dan Kemiskinan Ekstrem di NTT

Dalam acara tersebut, hadir pula Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah, Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kemendiktisaintek, I Ketut Adnyana, serta para pimpinan perangkat daerah, bupati, wakil bupati, sekretaris daerah, pimpinan perguruan tinggi, dan pimpinan bank di NTT.

img_title UNICEF-DBS Foundation Bekali Guru di Kupang Literasi-Numerasi, Kepala Dinas: Kita Akan Replikasi ke Sekolah Lain

Wakil Gubernur Johni Asadoma menyoroti tingginya prevalensi stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT yang masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan data SSGI Kemenkes 2024, prevalensi stunting di NTT mencapai 37%, sementara tingkat kemiskinan sebesar 19,02% dan kemiskinan ekstrem 2,82%.

“Upaya mengentaskan stunting dan kemiskinan ekstrem memerlukan kolaborasi dan sinergi lintas sektor, termasuk perguruan tinggi,” ujar Johni Asadoma. Ia menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dan inovatif dalam program ini.

img_title SPPG 3T Pulau Mesah Resmi Beroperasi, 560 Warga Terima MBG

Peran Perguruan Tinggi dalam Transformasi Masyarakat

Johni mengajak perguruan tinggi di NTT untuk tidak hanya fokus pada pengajaran dan penelitian, tetapi juga mengabdi dan mentransformasi masyarakat melalui program KKN Tematik. Kehadiran mahasiswa dan dosen diharapkan membawa inovasi, teknologi tepat guna, serta penguatan kelembagaan lokal.

Mahasiswa juga didorong untuk aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang gizi, kesehatan, dan produktivitas ekonomi. “Saya selalu mendorong sarjana untuk kembali ke kampung dan memberdayakan desa dengan ilmu yang dimiliki,” tambahnya.

Komitmen Pemerintah Provinsi NTT

Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen mendorong integrasi kegiatan KPT Kosabangsa dan Gentaskin dalam program pembangunan daerah. Johni menegaskan bahwa hasil kegiatan ini akan menjadi masukan penting dalam perumusan kebijakan berbasis data lapangan.

“Saya berharap forum ini menjadi awal sinergi mutualistik antara kampus, desa, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal,” pungkasnya.

Apresiasi dari Kemendiktisaintek RI

Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kemendiktisaintek RI, I Ketut Adnyana, menyatakan bahwa pelaksanaan KKN Tematik Gentaskin adalah wujud nyata kontribusi Kemendiktisaintek dalam menurunkan stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT. Ia juga mengapresiasi langkah kolaboratif pemerintah Provinsi NTT dan berharap hasilnya berdampak signifikan bagi masyarakat