Terungkap! Prada Lucky Tenyata Disiksa 20 Senior
- Sevrin Waja
Nagekeo, NTT ViVa– Teka-teki penyebab meninggalnya Prada Lucky Chepril Saputra Namo akhirnya terungkap.
Tentara muda 23 tahun itu ternyata meninggal akibat penyiksaan yang dilakukan oleh 20 orang prajurit TNI Batalyon Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Para terduga pelaku merupakan senior korban dari berbagai tingkatan pangkat mulai dari Tamtama (Pratu), Bintara (Sertu) hingga Perwira (Letda).
Prada Lucky Chepril Saputra Namo di ruang jenazah RSUD Aeramo
- Sevrin Waja
Kronologi
Laporan intelijen yang ditujukan kepada Asintel Kasdam IX/Udayana, beredar di grup WhatsApp wartawan pada, Jumat, 8 Agustus 2025. Laporan tersebut, memuat kronologi penyiksaan yang dilakukan 16 orang terduga pelaku saat menjalankan aksi brutalnya. Mereka memukul Prada Lucky menggunakan selang dan 4 orang di antaranya menghajar dengan pukulan dan tendangan bertubi-tubi.
Peristiwa tragis ini bermula pada Minggu, 27 Juli 2025 pukul 21.45 WITA yang mana di dalam barak Batalyon Wakanga Mere yang beralamat di Lego, Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, dilaksanakan pemeriksaan oleh Staf-1/Intel terhadap personil yang mengalami penyimpangan seksual (LGBT) atas nama Prada Lucky Chepril Saputra Namo Jabatan Tabakpan 2.2 Ru 3 Ton I Kipan A Yonif 834/WM NRP 1725104030035583.
Keesokan harinya, sekira pukul 06.20 WITA Prada Lucky Chepril Saputra Namo pernah kabur saat ijin ke kamar mandi untuk buang air besar. Hal itu diketahui oleh anggota Staf Intel atas nama Serda Lalu Parisi Ramdani lantas mengecek kamar mandi dan ternyata Prada Lucky tidak ada. Mengetahui hal tersebut Serda Lalu Parisi Ramdani melaporkan kejadian tersebut ke Sertu Thomas Desambris Awi.
Sekira pukul 09.25 WITA Serda Lalu Parisi Ramdani melaporkan kejadian perihal kaburnya Prada Lucky kepada Danki A atas mana Lettu Inf Ahmad Faisal, kemudian Danki A memerintahkan para organik Kipan A melaksanakan pencarian di sekitar wilayah Pelabuhan, arah Kota dan beberapa tempat yang pernah didatangi oleh Prada Lucky Chepril Saputra Namo.
Selanjutnya, pada pukul 10.45 Prada Lucky ditemukan di rumah salah satu warga atas mana Ibu Iren yang merupakan ibu asuhnya.
Setelah itu Prada Lucky Chepril Saputra Namo dibawa kembali ke Marshalling Area oleh Sertu Thomas Desambris Awi, Sertu Daniel, Serda Lalu Parisi S. Ramdani dan Pratu Fransisco Tagi Amir.