Mendorong Pendidikan Berkualitas di Mauponggo Melalui Workshop Deep Learning

Workshop Deep Learning MKKS Kecamatan Mauponggo
Sumber :
  • Sevrin Waja

Nagekeo, NTT VIVA–  Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, menyelenggarakan Workshop Deep Learning pada Sabtu, 4 September 2021.

img_title Workshop Deep Learning Menuju Pendidikan Bermutu Menginspirasi Para Guru di Mauponggo

Lokakarya tersebut bertujuan untuk membekali guru dengan pengetahuan teknologi mutakhir agar dapat menerapkan metode pengajaran secara efektif.

Dengan menghadirkan Dr. Klemens Mere, yang dikenal sebagai Frater Monfort, BHK, workshop berfokus pada pembelajaran mendalam menuju pendidikan berkualitas.

img_title Paulus Lobo Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Nagekeo, Sampaikan Rekomendasi Penanganan Bencana

Berlangsung di lantai 2 Aula Kopdit Kenisa, Maupunggo, panitia menghadirkan 65 guru dari 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kecamatan Mauponggo.

Ketua MKKS Kecamatan Mauponggo Anastasia Basilia Bup selaku penggagas workshop menekankan pentingnya berbagi kesempatan pendidikan bermutu untuk meningkatkan pendekatan pengajaran secara kolektif dalam komunitas MKKS.

img_title Kristo Loko Dorong Penanganan dan Rekonstruksi Bencana Banjir Bandang Nagekeo Secara Holistik

Dikatakan Anastasia, sesuai rencana awal, kegiatan tersebut sebenarnya hanya melibatkan untuk guru-guru SMPN 1 Mauponggo, namun mengingat Workshop ini penting bagi para guru, maka dirinya selaku Ketua MKKS berinisiatif untuk melibatkan guru-guru dari sekolah lain.

"Awalnya memang untuk internal guru-guru SMPN 1 Maupunggo, akan tetapi kami merasa terpanggil bagaiman mengundang juga teman-teman Kepsek SMP dan guru-guru SMP se Kecamatan Mauponggo karena memang kegiatan ini adalah kegiatan langka dan awal dari model pendekatan pembelajaran terbaru yang harus di pahami oleh semua guru," ujar Anastasia di sela workshop.

Adapun peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya dari SMPN 1 Mauponggo sebanyak 19 orang, SMPN 2 Mauponggo 8 orang, SMPN Satap Dua Mauponggo 14 orang, SMPN Satap 3 Mauponggo 1 orang, SMPS St. Mikael Maukeli 6 orang, SMPS Batarende Wolosambi 11 orang dan SMPSK St Petrus Kolilewa 3 orang serta SMPN 3 Mauponggo mengutus 3 orang guru.

Sebagai ketua MKKS, Anastasia merasa terpanggil mengundang Kepala Sekolah dan Guru lain karena merasa bahwa semua guru SMP yang ada di Kecamatan Mauponggo adalah guru-guru dalam satu lingkup MKKS sehingga, melalui Workshop Deep Learning ini mereka sama-sama belajar dan bertukar pengalaman terkait dengan pembelajaran mendalam demo tercapainya pendidikan berkualitas.

"Saya merasa bahwa semua Kepala Sekolah dan guru dalam satu ruang lingkup MKKS harus perlu sama-sama belajar, bergerak dan bertumbuh sesuai dengan perkembangan zaman," katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title