Workshop Deep Learning Menuju Pendidikan Bermutu Menginspirasi Para Guru di Mauponggo

Workshop Deep Learning MKKS Kecamatan Mauponggo
Sumber :
  • Sevrin Waja

Nagekeo, NTT VIVA– Sebanyak 65 orang guru dan Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai sekolah di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo antusias mengikuti Workshop Deep Learning yang diselenggarakan oleh MKKS di Aula Kopdit Kenisa, Mauponggo, Sabtu 4 September 2025.

img_title Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Kepsek SMPN 1 Mauponggo Gaungkan Semangat Long-Life Learner

Workshop bertema "Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu" ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital pendidik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta memberikan pemahaman, keterampilan, dan pengalaman langsung dalam menerapkan pembelajaran mendalam melalui pendekatan aktif, kolaboratif, berbasis proyek, maupun berbasis teknologi.

Dalam workshop tersebut, para guru dan Kepala Sekolah mendapatkan materi tentang konsep dasar deep learning, menganalisis data pembelajaran dan mengembangkan metode evaluasi yang lebih efisien dari pemateri yang juga merupakan Rektor Universitas Katholik Widya Karya, Malang Dr. Klemens Mere, atau yang lebih akrab dipanggil Frater Monfort, BHK.

img_title MKKS Tingkat SMP di Nagekeo, Dorong Pendekatan Deep Learning dan Literasi AI

Dalam paparannya, Frater Monfort menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam pada hakekatnya merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.

"Dalam penerapan PM semua pihak yang terlibat saling menghargai dan menghormati dengan mempertimbangkan potensi, martabat dan nilai-nilai kemanusiaan," ujar Frater Monfort.

img_title Mendorong Pendidikan Berkualitas di Mauponggo Melalui Workshop Deep Learning

Dengan begitu, dalam implementasinya, pembelajaran mendalam meliput tiga unsur diantaranya berkesadaran, bermakna dan menggembirakan.

Frater Monfort menjelaskan bahwa peran guru dalam menerapkan metode dan sistem pembelajaran mendalam sejatinya bertindak sebagai Aviator, kolaborator dan pengembangan budaya belajar. 

Bertindak sebagai pengembangan budaya belajar, Monfort menekankan bahwa guru memberikan kepercayaan dan peluang mengambil resiko (risk-taking) kepada peserta didik untuk mengembangkan kreativitas dan berinovasi, dan melibatkan peserta didik dalam mengembangkan pengalaman belajar, serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung pembelajaran mendalam Entrepreneurship.

Sementara itu implementasi dari pembelajaran mendalam itu sendiri meliputi tiga aspek yakni perencanaan, pelaksanaan dan assessment. 

Workshop Deep Learning MKKS Kecamatan Mauponggo

Photo :
  • Sevrin Waja

Testimoni Peserta 

Kegiatan workshop deep learning ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta. Florentina Bhoko, guru SMPN 1 Mauponggo dalam testimoninya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi para peserta sebab selain penting di era digitalisasi saat ini, paparan materi dari pemateri juga mudah dipahami.

Halaman Selanjutnya
img_title