Nagekeo Perkuat Ekonomi Transmigran Lewat Keterampilan Usaha
- Sevrin Waja
Nagekeo, NTT VIVA–Pemerintah Kabupaten Nagekeo, NTT, melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Transnaker) mengadakan pelatihan pengolahan jamur tiram (Pleurotus ostreatus) bagi warga Transmigrasi Ikiseo-Gezu, Desa Kotakeo 1, Kecamatan Nangaroro.
Kegiatan yang diikuti oleh 10 orang ibu rumah tangga ini dilaksanakan selama 5 hari di Hotel Aren, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa sejak 10 Oktober sampai dengan 15 Oktober 2025.Â
Kepala Dinas Transnaker Kabupaten Nagekeo Petrus Aurelius Assan melalui Kepala Bidang Kepala Bidang Pengembangan Transmigrasi Aristarkus Ritu menjelaskan, pelatihan tersebut bertujuan melatih warga transmigrasi untuk hidup dan berusaha secara berkelompok serta memberikan keterampilan bagi warga transmigrasi.
"Pelatihan ini juga bertujuan meningkatkan pendapatan warga transmigrasi serta sebagai makanan tambahan bagi warga juga mendorong adanya pertumbuhan UMKM di lokasi transmigrasi" jelas Aristarkus.
Jamur tiram
- Sevrin Waja
Pelatihan yang diselenggarakan Dinas Transnaker kata Dia, selaras dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian, dimana penyelenggaraan transmigrasi daerah dan bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam mendorong peningkatan ekonomi warga Transmigrasi Ikiseo-Gezu, selama ini Dinas Transnaker sudah sering melaksanakan pelatihan serupa diantaranya pelatihan tenun Ikat, pencelupan benang, anyaman, pengolahan lahan pertanian, budidaya jamur tiram dan dan pengolahan jamur Tiram yang saat ini tengah dilaksanakan.
Pesan Sekda: Jamur Tiram Pengaruhi Tumbuh Kembang
Kegiatan pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Sekda Nagekeo Imanuel. Dalam arahannya, Imanuel mengatakan pelatihan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Selain jamur tiram merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai gizi tinggi, masa panen cepat, Komoditas ini juga memiliki peluang pasar yang luas, baik di tingkat lokal maupun nasional.
"Jamur tiram ini harus diolah secara baik agar supaya ketika dikonsumsi oleh generasi yang sedang kita persiapkan ini maka mereka juga bisa bertumbuh secara baik dan sehat," ungkap Imanuel.
Sekda juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berdiskusi, dan berbagi pengalaman. Diharapkan setelah pelatihan selesai, peserta dapat mengembangkan ilmu yang didapat, dan jadilah pelopor usaha pengolahan jamur tiram di lingkungan masing-masing.