Matim Prioritaskan Bantuan Korban Rumah Rusak Berat
- Rosis Adir
Manggarai Timur, NTT ViVa– Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, menetapkan warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan masih berada di pengungsian sebagai prioritas utama dalam penyaluran bantuan pada tahap berikutnya setelah gempa Flores.
Kebijakan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Manggarai Timur, Winsensius Tala, melalui pemberitahuan kepada seluruh camat, lurah, dan kepala desa se-Kabupaten Manggarai Timur, yang salinannya diterima Viva NTT pada Senin pagi, 24 Agustus 2026.
Dalam pemberitahuan itu, pemerintah menegaskan bantuan logistik dan kebutuhan dasar lainnya diperuntukkan khusus bagi masyarakat yang terdampak bencana. Jumlah dan jenis bantuan akan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan warga di lapangan.
“Penyaluran dan pembagian bantuan dilakukan secara proporsional berdasarkan tingkat dampak dan kerusakan yang dialami masyarakat,” demikian isi pemberitahuan tersebut.
Pemkab Manggarai Timur menyatakan tidak semua wilayah atau kelompok masyarakat akan menerima bantuan dalam jumlah dan bentuk yang sama. Distribusi harus mengikuti tingkat kebutuhan masing-masing wilayah dan kelompok terdampak.
Untuk penanganan selanjutnya, pemerintah mengarahkan prioritas kepada warga yang mengalami kerusakan berat dan kini tinggal di lokasi pengungsian atau camp pengungsian.
“Terutama bagi warga yang kehilangan tempat tinggal atau tidak dapat kembali ke rumah karena kondisi bangunan yang tidak memungkinkan untuk dihuni,” tulis Sekda Winsensius dalam pemberitahuan itu.
Camat, lurah, dan kepala desa juga diminta melakukan verifikasi serta pemutakhiran data secara akurat dengan sistem by name by address. Data tersebut menjadi dasar untuk memastikan bantuan diterima oleh warga yang memenuhi kriteria prioritas.
Kebijakan ini, menurut pemerintah daerah, bertujuan agar bantuan yang tersedia memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat yang paling membutuhkan dan paling terdampak.
Selain itu, pemerintah ingin menjaga proses distribusi bantuan tetap tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 menyebabkan kerusakan pada belasan ribu rumah dan fasilitas umum di Manggarai Timur.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga harus meninggalkan rumah dan bertahan di tenda-tenda pengungsian karena khawatir terhadap gempa susulan maupun kondisi bangunan yang telah rusak.