Kapan Waktu Terbaik Berjemur di Pagi Hari dan Kenali 5 Manfaatnya
- Pexels/ Muhammad Ilyasa
NTT ViVa– Pada pagi yang cerah, sinar matahari memecah kabut dan embun, menerpa wajah dengan kehangatan yang tidak hanya menenangkan tetapi juga menyembuhkan. Dalam dunia yang serba cepat dan penuh tekanan, sinar mentari pagi hadir sebagai pengingat sederhana dari alam: bahwa kesehatan kadang hanya sejauh jendela yang terbuka.
Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: kapan sebenarnya waktu terbaik untuk berjemur di pagi hari? Jawabannya bukan sekadar tentang jam di dinding, melainkan harmoni antara tubuh manusia dan alam semesta.
Menurut para ahli kesehatan, waktu terbaik untuk berjemur adalah antara pukul 07.00 hingga 09.00 pagi, ketika matahari belum terlalu terik dan kulit masih bisa menyerap sinar ultraviolet B (UVB) yang penting untuk produksi vitamin D, tanpa risiko terbakar atau kerusakan kulit. Di rentang waktu ini, sinar matahari berada pada sudut yang cukup rendah sehingga intensitasnya masih ramah bagi kulit. Di atas pukul 10.00 pagi, risiko radiasi UV meningkat tajam, dan manfaat sinar matahari mulai disertai potensi bahaya seperti kanker kulit dan penuaan dini.
Dalam konteks filosofis, momen pagi mencerminkan awal, kelahiran, dan potensi. Matahari yang terbit melambangkan kesadaran yang menyapa tubuh dan jiwa, membangkitkan metabolisme, dan menyelaraskan ritme sirkadian tubuh manusia dengan semesta. Maka, berjemur bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga bentuk meditasi eksistensial—sebuah dialog diam antara tubuh dan cahaya.
Manfaat Berjemur di Pagi Hari
Berjemur di pagi hari bukan hanya ritual alami, tetapi juga investasi biologis bagi tubuh. Berikut adalah lima manfaat utama yang didukung oleh riset ilmiah dan pengalaman manusia sepanjang sejarah.
1. Menjaga Tekanan Darah
Sinar matahari tidak hanya memengaruhi kulit, tetapi juga berinteraksi dengan sistem kardiovaskular. Ketika sinar UV mengenai kulit, tubuh melepaskan senyawa bernama nitric oxide ke dalam aliran darah. Senyawa ini membantu melebarkan pembuluh darah, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan sirkulasi.
Penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Investigative Dermatology menunjukkan bahwa paparan sinar matahari dalam jumlah yang moderat dapat membantu menurunkan risiko hipertensi, salah satu penyebab utama stroke dan serangan jantung. Dengan berjemur secara rutin, jantung tidak harus bekerja terlalu keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.