Asap Merah Jambu: Konklaf dan Seruan Perubahan
- Media Vatikan
Namun itu hanya bisa terjadi jika pemimpinnya mampu mendengar. Mampu membuka jendela-jendela Kapel Sistina kepada dunia yang berubah — dan mungkin, suatu hari nanti, membuka pintunya untuk semua orang, termasuk perempuan.
Doa dan Tuntutan
Sementara pemungutan suara berlanjut di balik dinding marmer, umat di luar tetap menunggu — sebagian dengan rosario, sebagian dengan suar merah jambu. Ada harapan, ada doa, dan ada desakan.
Gereja, seperti yang ditulis Paus Yohanes XXIII, adalah “mater et magistra” — ibu dan guru. Maka sudah saatnya ia merangkul semua anaknya, mendengar semua suaranya, dan mengajarkan melalui keteladanan.
Asap putih mungkin akan segera mengepul dari cerobong Kapel Sistina. Tapi dunia juga menantikan sesuatu yang lebih dari sekedar warna: sebuah tanda bahwa Gereja tidak hanya memilih jeda, tetapi juga memilih masa sebelumnya.