Potret Pariwisata di NTT September 2025 dari Data BPS

Potret Pariwisata di NTT September 2025 dari Data BPS
Sumber :
  • Mario Langun

NTT VIVA - Nusa Tenggara Timur kembali mencuri perhatian dunia pariwisata. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT menunjukkan geliat kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, terus meningkat signifikan pada September 2025.

img_title Membangun Kepercayaan Masyarakat dalam Sensus Ekonomi 2026

Namun di balik lonjakan angka kunjungan, ada catatan menarik: tingkat hunian hotel berbintang justru menurun tipis.

“Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang pada September 2025 mencapai 49,26 persen, turun 0,96 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Kepala BPS NTT, Mira Kale, di Kupang (3/11/2025). 

img_title Festival Golo Koe 2026, Wujud Pariwisata yang Tumbuh Bersama Masyarakat Lokal

Kabar baik datang dari sektor kunjungan luar negeri. Sebanyak 20.409 wisatawan mancanegara (wisman) tercatat masuk melalui pintu utama NTT sepanjang September 2025.

Angka ini melonjak 99,44 persen secara tahunan (year-on-year), menandakan kembalinya gairah wisata dunia ke Bumi Flobamora setelah sempat melambat beberapa waktu lalu.

img_title Palsu, Edaran Gubernur NTT Libur Nonton Final Piala Dunia

Tidak hanya wisatawan asing, wisatawan domestik juga menunjukkan antusiasme tinggi.

BPS mencatat 896.721 perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) menuju NTT, naik 29,04 persen dibandingkan tahun lalu.

Sedangkan wisatawan nasional (wisnas) yang berkunjung mencapai 8.146 perjalanan, atau naik 178,59 persen (y-on-y) — pertumbuhan yang mencerminkan semakin kuatnya daya tarik NTT sebagai destinasi wisata unggulan.

“Tren ini menunjukkan bahwa wisata NTT mulai bangkit, terutama karena keunikan destinasi dan semakin baiknya akses transportasi,” ujar Mira Kale menambahkan.

Meski kunjungan meningkat, penurunan tingkat hunian hotel menjadi tanda bahwa perilaku wisatawan mulai berubah. 

Banyak pengunjung kini memilih akomodasi alternatif seperti guest house, homestay, dan villa lokal, seiring berkembangnya ekowisata dan wisata berbasis komunitas di berbagai daerah NTT.