Kolaborasi Dewan Pers dan Google Perkuat Jurnalisme di Era AI pada HPN 2026
- Ist
Serang, Banten– Sesi Google News Initiative (GNI) menjadi agenda strategis dalam Konvensi Nasional Media Massa 2026 yang digelar sebagai bagian dari rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten, Minggu, 8 Februari 2025.
Kolaborasi antara Dewan Pers, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Google ini bertujuan memperkuat masa depan jurnalisme Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Forum Strategis untuk Insan Pers Nasional
Konvensi yang berlangsung di Aston Hotel dan Convention Serang menghadirkan insan pers nasional, akademisi, hingga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Kegiatan ini menjadi forum diskusi dan penguatan kapasitas media dalam menghadapi tantangan besar industri jurnalistik.
Rangkaian HPN 2026 di Provinsi Banten berlangsung selama empat hari, dari 6 hingga 9 Februari 2026.
Wamenkominfo: AI Harus Jadi Partner, Bukan Pengganti
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem media yang sehat dan berkelanjutan.
"Ini kolaborasi Dewan Pers dengan Google News Initiative. Kita bicara bagaimana membangun ekosistem industri media di Indonesia. Disrupsi teknologi ini luar biasa, bukan hanya di Indonesia tapi juga global," ujar Nezar Patria.
Ia menegaskan bahwa di tengah perkembangan AI, jurnalisme harus tetap berpegang pada prinsip dasar, terutama akurasi dan verifikasi.
Nezar menjelaskan bahwa artificial intelligence harus diposisikan sebagai alat bantu dalam proses jurnalistik, bukan pengganti peran manusia.
"Kita tidak mungkin mengelak dari perkembangan teknologi. AI harus dijadikan partner, sebagai tools. Tetapi manusia tetap harus menjadi pusat, terutama dalam pengambilan keputusan dan verifikasi, karena AI tidak melakukan verifikasi jika tidak diminta," tegasnya.
Menjaga Kepercayaan Publik
Google News Initiative berperan sebagai ruang strategis untuk menjaga kualitas jurnalisme di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya risiko misinformasi.
Menurut Nezar, jurnalisme berkualitas harus ditopang oleh ekosistem yang solid melalui kolaborasi antara industri media, jurnalis, platform digital, dan dunia akademik untuk menjaga kepercayaan publik terhadap media.
Melalui konvensi ini, Dewan Pers berharap tercipta sinergi yang lebih kuat untuk memperkuat jurnalisme yang akurat, etis, serta berpihak pada kepentingan publik di era kecerdasan buatan.