BSI Bangun Kampung Nelayan di Warloka, Lengkap dengan Solar Panel-Tempat Pelelangan Ikan
- Ist
Manggarai Barat, VIVA NTT— Bagi masyarakat pesisir Desa Warloka, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), melaut adalah cara bertahan hidup. Namun selama ini, hasil laut yang melimpah belum cukup untuk mengangkat kesejahteraan warga.
Kini adalah titik baliknya. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI meresmikan Kampung Nelayan BSI Warloka pada Selasa, 21 April 2026. Program ini merupakan bagian dari Desa Bangun Sejahtera Indonesia (Desa BSI). Sebuah program pemberdayaan masyarakat yang tak berhenti pada bantuan fisik, tetapi juga mencakup pendampingan usaha, pelatihan, dan penguatan koperasi.
Lokasi Strategis, Dekat Pusat Wisata Labuan Bajo
Desa Warloka Pesisir terletak di Kecamatan Komodo, Pulau Flores. Jaraknya hanya sekitar 20 km atau 45 menit dari pusat wisata Labuan Bajo. Desa ini sebelumnya sudah masuk dalam program Kampung Nelayan Merah Putih dari pemerintah. Infrastruktur dermaga pun telah selesai dibangun.
BSI hadir melengkapi infrastruktur tersebut dengan fasilitas yang langsung menyentuh kebutuhan dasar nelayan: 19 perahu, gudang dengan cold storage, dan tempat pelelangan ikan.
Mendukung prinsip keberlanjutan, seluruh perahu dilengkapi solar panel untuk penerangan. Cold storage juga dioperasikan menggunakan tenaga listrik dari panel surya. Dengan begitu, operasional lebih hemat dan ramah lingkungan.
Program ini menjangkau sekitar 143 kepala keluarga dari total 300 KK yang menghuni Desa Warloka, dengan populasi sekitar seribu jiwa.
Kampung Nelayan Warloka adalah desa binaan ke-21 yang dibangun BSI sejak merger. Pada 2025, BSI membuka tiga desa baru yang tersebar di Aceh, NTT, dan Sulawesi Selatan.
Hingga kini, program Desa BSI telah membina 20 desa dengan 7.853 penerima manfaat di 14 provinsi di seluruh Indonesia.
Peresmian dihadiri oleh Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, Wakil Ketua Baznas RI KH Zainut Tauhid, Kepala OJK Provinsi NTT Yan Jimmy Hendrik Simarmata, serta Staf Ahli merangkap Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Manggarai Barat Agustinus Gias.
Sejalan Asta Cita dan Target 1.000 Kampung Nelayan
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan komitmen lembaganya untuk hadir secara inklusif di seluruh lapisan masyarakat.