BNN NTT Lawan Narkoba Lewat Budidaya Ikan Lele, Kelurahan TDM Kupang Jadi "Kampung Lele Bersinar"
- Mario Langun
Kupang, VIVA NTT– Upaya memerangi narkoba tidak selalu dilakukan lewat razia dan penindakan. Di Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTT memilih pendekatan berbeda: membangun harapan melalui program budidaya ikan lele berbasis komunitas.
Program ini diberi nama "Kolega Bersinar" singkatan dari Kolam Lele Keluarga Bersih dari Narkoba, sebuah gerakan pemberdayaan yang menyasar anak muda agar memiliki aktivitas produktif sekaligus peluang ekonomi baru, jauh dari jerat narkoba.
Apa Itu Program Kolega Bersinar BNN NTT?
Program Kolega Bersinar merupakan bagian dari strategi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat di kawasan berpotensi penyalahgunaan narkoba. BNN Provinsi NTT menjalankan program ini bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan warga Kelurahan TDM.
Koordinator Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi NTT, Lia Nofika Ulya, menjelaskan bahwa setiap tahun BNN memilih satu wilayah sebagai sasaran intervensi.
"Tahun ini intervensi dilakukan di Kelurahan TDM. Setiap tahun kami memilih satu wilayah untuk dilakukan program pencegahan dan pemberdayaan masyarakat," jelasnya, Selasa (12/5/2026).
Program ini mencakup tiga tahap: edukasi bahaya narkoba, pembentukan relawan anti narkoba, hingga pelatihan life skill berupa budidaya ikan lele sistem bioflok.
22 Pemuda TDM Dilatih Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok
Sasaran utama program Kolega Bersinar adalah anak muda usia 18 hingga 30 tahun. Sebanyak 22 pemuda perwakilan RT dan RW di Kelurahan TDM mengikuti pelatihan ini.
Sebelum terjun ke praktik budidaya, peserta dibekali materi 4PG: pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba. Selain menjadi pembudidaya ikan lele, mereka juga diharapkan menjadi relawan yang menyebarluaskan edukasi bahaya narkoba di lingkungan sekitar.
Sebagai bentuk dukungan nyata, BNN Provinsi NTT memberikan bantuan stimulan berupa dua kolam sistem bioflok, sekitar 8.000 benih ikan lele, serta pakan ikan.
Ketua LPM TDM, Dicky Atupah, menyambut antusias program ini karena manfaatnya yang berlapis: mendukung ketahanan pangan, membantu penanganan stunting, sekaligus membuka lapangan kerja bagi generasi muda.
"Program ini memberi kesibukan positif kepada pemuda-pemudi supaya tidak terjerumus dalam hal-hal yang meresahkan masyarakat, khususnya narkoba," ujarnya.