Proyek Jalan Kedindi-Kajong Diberi Tambahan 50 Hari, Sisa 410 Meter Dikebut

Pengerjaan lapen Rp5 miliar Kedindi-Kajong
Sumber :
  • Engkos Pahing

Manggarai, NTT VIVAProyek jalan senilai Rp5 miliar di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditargetkan rampung Sabtu, 7 Februari 2026. Kontraktor pelaksana proyek jalan lapisan penetrasi (lapen) segmen Kedindi-Kajong memobilisasi seluruh pekerja dari proyek lain untuk mengejar deadline setelah melewati masa kontrak.

img_title Komisi V DPR RI Bahas Percepatan Infrastruktur PON XXII 2028 di Labuan Bajo

Sisa 410 Meter dari Total 5,48 Kilometer

Jimmy, kontraktor pelaksana dari CV Dwi Satria, menyampaikan update progres pembangunan jalan yang menghubungkan Desa Kedindi, Kecamatan Reok, dengan Kajong, Kecamatan Reok Barat ini.

img_title Empat Paket Jalan Dana Pinjaman Daerah di Manggarai Timur Masuk Masa Sanggah

"Hari Selasa kemarin informasi dari lapangan sisa 410 meter. Dari total panjang 5.480 meter, kita targetkan rampung Sabtu, 7 Februari 2026," jelas Jimmy, Kamis, 5 Februari 2026 melalui pesan WhatsApp.

Untuk mempercepat penyelesaian, seluruh tenaga kerja yang mengerjakan proyek lain telah ditarik ke lokasi. "Saat ini semua para pekerja kita yang kerja di proyek lain sudah turun ke sana semua, biar bisa selesai sesuai dengan target," lanjutnya.

img_title Kena Efisiensi di Awal, Enam Perangkat Daerah Manggarai Justru Kebagian Tambahan Anggaran Mencolok

Melewati Masa Kontrak, Diberi Perpanjangan 50 Hari

Jimmy mengakui bahwa proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBD Tahun 2025 ini telah melewati masa kontrak yang berakhir pada 25 Desember 2025. Namun, pihaknya mendapat perpanjangan waktu dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Manggarai.

"Habis masa kontraknya pada bulan Desember 2025 lalu. Namun, kita punya waktu 50 hari untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Waktu 50 hari yang diberikan oleh pihak dinas habis pada tanggal belasan bulan ini, kita sudah targetkan selesai pada Sabtu itu," tulisnya melalui pesan WhatsApp.

Masuk Pengawasan Ketat PUPR dan Sampel BPK

Diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan jalan senilai Rp5 miliar ini terancam dihentikan setelah melewati batas waktu kontrak. Proyek yang dikerjakan CV Dwi Satria ini kini masuk dalam pengawasan ketat Dinas PUPR Manggarai dan akan menjadi sampel pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pekan depan.

Keterlambatan penyelesaian proyek infrastruktur yang menggunakan dana APBD ini menjadi perhatian khusus mengingat pentingnya akuntabilitas penggunaan anggaran daerah. Dengan mobilisasi penuh tenaga kerja, kontraktor optimis dapat menyelesaikan sisa pekerjaan sebelum batas waktu perpanjangan habis.

Masyarakat setempat menantikan selesainya proyek jalan lapen ini yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas antara Desa Kedindi dan Kajong, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua kecamatan tersebut.