Cegah Bunuh Diri Remaja, OMK Manggarai Timur Dibekali Ilmu Kesehatan Mental

Workshop Kesehatan Jiwa bagi OMK yang digelar di Aula Pertemuan Paroki Borong, Selasa, 29 April 2026
Sumber :
  • VIVA NTT/ Yohanes. M

Manggarai Timur, VIVA NTT–Sebanyak 60 Orang Muda Katolik (OMK) dari lima paroki di zona selatan: Waerana, Kisol, Borong, Wae Lengga, dan Nangalanang, mengikuti Workshop Kesehatan Jiwa bagi OMK, di Aula Pertemuan Paroki Borong, Selasa, 29 April 2026.

img_title Banyak Keluarga Mengungsi, Posko Paroki Kisol Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Manggarai Timur bekerja sama dengan Kevikepan Borong, serta didukung oleh Yayasan Ayo Indonesia. Workshop ini bertujuan memberikan edukasi mengenai kesehatan jiwa kepada OMK, mulai dari mengenali gangguan kesehatan jiwa pada diri sendiri maupun teman sebaya, hingga mengidentifikasi kasus yang berpotensi mengarah pada gangguan jiwa akibat kekerasan seksual, KDRT, atau depresi berat.

Melalui workshop ini, OMK diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menurunkan kasus bunuh diri di kalangan remaja, sekaligus meningkatkan perhatian dan pelayanan Gereja di bidang kesehatan jiwa, termasuk mendorong keterhubungan dengan pihak profesional bila ditemukan kasus yang memerlukan penanganan khusus.

img_title Komunitas Pulih Ruteng Ajari Remaja Cara Selamatkan Teman yang "Terluka" Secara Psikologis

Kolaborasi Dinkes hingga Psikolog Klinis

Workshop menghadirkan tiga narasumber yakni Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Timur dr. Soerip Tintin, Pastor Paroki Santo Gregorius Borong, RD Wilhelmus Riyadi Findoro, Pr, dan psikolog klinis Ayu W. Tanjung. Ketiganya menyampaikan materi seputar tantangan kesehatan jiwa remaja, peran iman dalam menjaga keseimbangan jiwa, serta langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan OMK untuk mendampingi sesama yang membutuhkan bantuan.

img_title Bupati, Sekda hingga Ketua DPRD Absen Saat Workshop KRB, Remi Jago: Nagekeo Ini Memang Parah

Panitia workshop menyampaikan harapannya, "Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal keterlibatan OMK dalam mengurangi kasus gangguan jiwa dan bunuh diri di kalangan remaja."

Peran Gereja dalam Pendampingan Kesehatan Jiwa Remaja

Romo Wilhelmus Riyadi Findoro, Pr., atau yang akrab disapa Romo Willy, menegaskan bahwa keterlibatan Gereja dalam isu kesehatan jiwa remaja merupakan bentuk panggilan pastoral.

"Remaja adalah usia yang sedang menemukan jati dirinya. Gereja merasa terpanggil untuk membantu mereka menemukan jati diri, sehingga mereka bisa bertumbuh menjadi pribadi yang dewasa," ujarnya.

Romo Willy juga menyampaikan pesan kepada seluruh OMK, "Marilah memanfaatkan masa muda dengan baik terlibat dalam kegiatan positif di Gereja dan masyarakat, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain."

Halaman Selanjutnya
img_title