Perbaikan Puskesmas Narang Belum Tuntas: Kapus, PPPK dan Kontraktor Beda Keterangan

Kondisi Puskesmas (PKM) Narang di Kecamatan Satarmese Barat
Sumber :
  • Engkos Pahing

Manggarai, VIVA NTT– Kondisi Puskesmas (PKM) Narang di Kecamatan Satarmese Barat kembali menjadi sorotan setelah foto dan video kerusakan fasilitas viral di media sosial. Tulis Fendy, salah seorang tenaga kesehatan (nakes) di PKM tersebut, mengungkapkan bahwa persoalan tidak berhenti pada plafon yang jebol. Sejumlah item pekerjaan rehab 2025 diklaim belum tuntas, di antaranya pemasangan ventilasi dan sekrup pengunci jendela yang hingga kini belum terpasang.

img_title Curhat 8 Jam Tak Dapat Kamar, Pasien BPJS Dihujat 5 Nakes Ini lalu Meninggal Dunia

Lebih lanjut, Tulis Fendy mengaku pernah melaporkan kondisi tersebut langsung kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek rehab dimaksud. Ia mengaku khawatir kondisi itu berpotensi membahayakan keselamatan pasien maupun petugas medis yang bertugas.

"Sekitar akhir tahun 2025 kalau tidak salah. Kemarin kami lapor ke PPK terkait proyek yang masih belum tuntas. Ada beberapa ventilasi jendela jatuh, beruntung tidak kena orang. Padahal semua ventilasi jendela dipasang tidak menggunakan sekrup pengancing. Terkait proyeknya, masih banyak yang belum tuntas," ungkapnya.

img_title Sebelum Meninggal, Yurizal Sempat Dihina Nakes Saat Menunggu Ruangan 8 Jam, Kemenkes Buka Suara

Pernyataan Kontradiktif: Kepala Puskesmas, Kontraktor, hingga PPK Berbeda Keterangan

Menanggapi pengakuan Tulis Fendy, Kepala PKM Narang, Hubertus Hantip, justru membantah klaim tersebut. Ia menegaskan bahwa ventilasi dan sekrup jendela sudah terpasang, sekaligus meluruskan soal asal-usul kerusakan plafon yang viral.

img_title Nama Nining Kembali Muncul di Proyek Jalan Rp2,3 M di Manggarai Timur

"Mengenai kerusakan plafon itu bukan bagian dari hasil pengerjaan rehabilitasi tahun 2025, tapi pengerjaan proyek tahun 2017. 2025 hanya rehab jendela dan ventilasi," jelas Hantip melalui pesan WhatsApp kepada media ini, Jumat (15/5/2026) malam.

Hantip juga memastikan bahwa insiden ventilasi yang sempat jatuh serta jendela tanpa sekrup telah ditangani.

"Yang saya tahu, ventilasi yang jatuh tempo hari sudah dipasang kembali, sementara beberapa sekrup ventilasi yang lainnya semua sudah diperbaiki kemarin," lanjutnya.

Keterangan berbeda justru datang dari Hendrikus Tamu, kontraktor pelaksana proyek rehab 2025. Ia mengakui bahwa memang masih ada sejumlah jendela yang belum dipasangi sekrup dan ventilasi. Meski demikian, ia mengklaim ventilasi telah dipasang dan dipaku mati atas permintaan pihak PKM.

"Kaka, semuanya kita pasang, hanya ada delapan (8) yang belum pasang sekrup dan dalam waktu dekat kita pergi pasang," jelasnya melalui pesan WhatsApp, Jumat (15/5/2026) malam.

Halaman Selanjutnya
img_title