Berlayar Menuju Pulau Paling Selatan
- Sevrin Waja
Dalam program TBIG, Filantra menjadi mitra pelaksana di lapangan. Keduanya telah bekerja sama sejak 2016.
Filantra menggunakan pendekatan IMPACT yang menekankan aspek inklusif, terukur, terencana, akuntabel, kredibel dan terpercaya, serta mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui kolaborasi multipihak.
Pendekatan itu membuat program tidak dimulai dari bentuk bantuan yang sudah ditentukan sebelumnya.
“Asesmen terlebih dahulu di sana apakah benar-benar butuh bantuan, terkait tiga program tadi,” kata Asep.
Asesmen mencakup kebutuhan terkait penanganan stunting, edukasi pola hidup sehat dan pemenuhan gizi bagi ibu hamil.
Informasi tersebut kemudian dipadukan dengan koordinasi bersama pemerintah desa, penerima manfaat, relawan lokal, tokoh masyarakat dan tenaga kesehatan.
“Kami berkoordinasi dengan stakeholder, pemerintah, penerima manfaat, relawan lokal, tokoh masyarakat, sehingga kegiatan TBIG bisa berjalan lancar,” ujarnya.
Proses tersebut membantu tim menentukan bentuk intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Di Rote, intervensi kesehatan yang terlihat langsung dalam kegiatan 17–19 September berfokus pada edukasi pola hidup sehat dan kebersihan keluarga, disertai pemberian perlengkapan kebersihan.
Sementara persoalan stunting menjadi konteks kesehatan yang memperlihatkan bahwa peningkatan pengetahuan keluarga mengenai kesehatan dan gizi tetap dibutuhkan.
Dari Asesmen Menjadi Edukasi Kesehatan
Hasil pemetaan kemudian diwujudkan dalam kegiatan kesehatan di tiga lokasi, yakni Desa Kuli-Aisele, Kecamatan Ndao, termasuk Pulau Ndao, serta Desa Oetefu, Kecamatan Rote Barat Daya.
Ketiga lokasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian program sosial TBIG dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia. Secara nasional, kegiatan dilaksanakan di 80 titik dari Aceh hingga Papua.
Di Pulau Rote terdapat 12 site milik TBIG. Tiga di antaranya dipilih menjadi pusat kegiatan, termasuk site paling selatan milik perusahaan.
Di Desa Kuli-Aisele, kegiatan berlangsung di Gereja Kalvari Batulai. Di tengah teriknya matahari, ratusan warga mengikuti edukasi pola hidup sehat yang disampaikan dr. Fellin dari Puskesmas Ba’a.
Sosialisasi mencuci tangan dengan sabun oleh tenaga kesehatan
- Sevrin Waja
Menjaga kebersihan diri menjadi salah satu pesan utama.
Sebanyak 298 kepala keluarga dengan total 1.192 jiwa menjadi penerima manfaat di lokasi tersebut.
Warga tidak hanya menerima penjelasan mengenai pola hidup sehat. TBIG juga memberikan bingkisan perlengkapan kebersihan diri, seperti sabun, sampo dan peralatan sikat gigi yang dapat digunakan keluarga.