Berlayar Menuju Pulau Paling Selatan

Warga Pulau Rote menyambut rombongan TBIG dan Filantra dalam kegiatan Bangun Sehat Bersama.
Sumber :
  • Sevrin Waja

Salah satu kebiasaan yang ditekankan adalah mencuci tangan dengan sabun.

img_title Ketika Sinyal Membuka Jalan Tenun Nagekeo ke Pasar Digital

Pesan itu sederhana, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan diri dan mencegah penyakit yang berkaitan dengan lingkungan.

Bagi masyarakat Kuli-Aisele, edukasi tersebut bersentuhan langsung dengan persoalan yang mereka hadapi.

img_title Saat Bumi Berguncang, Menara TBIG Menjaga Flores Tetap Terhubung

Ketua Badan Permusyawaratan Desa Kuli-Aisele, Musa Koehua, mengatakan persoalan kesehatan, termasuk stunting dan penerapan pola hidup sehat, masih menjadi tantangan masyarakat.

“Kami memang masih memiliki masalah di kesehatan, termasuk juga stunting disini masih terjadi. Pola hidup sehat masih terkendala maka kami berterima kasih atas perhatian dari TBIG karena walaupun ada bantuan dari dana desa dan pemerintah, kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan,” tutur Musa.

img_title Aksi Bangun Sehat TBIG Hadir di Tengah Pemulihan Gempa, Sasar Anak Disabilitas Nagekeo

Pernyataan Musa sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan kesehatan di desa tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bantuan. Kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat menjadi pekerjaan yang harus terus dilakukan.

Karena itu, kegiatan edukasi menjadi bagian penting dari program. Bantuan perlengkapan kebersihan memberikan sarana, sementara penyuluhan memberikan pengetahuan mengenai penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan serupa kemudian dilaksanakan di Kecamatan Ndao, termasuk Pulau Ndao, serta Desa Oetefu, Kecamatan Rote Barat Daya.

Dari tiga lokasi tersebut, TBIG mencatat sebanyak 589 kepala keluarga atau 2.392 jiwa menjadi penerima manfaat.

Rangkaian kegiatan juga melibatkan unsur budaya setempat. Rombongan TBIG disambut Tarian Teorenda sebagai ucapan selamat datang. Kegiatan kemudian ditutup dengan Tarian Kebalai yang melibatkan warga dan perwakilan perusahaan.

Bagi masyarakat, manfaat awal program terlihat dari bertemunya edukasi kesehatan dengan kebutuhan sehari-hari keluarga.

Di sisi lain perubahan perilaku kesehatan tidak dapat disimpulkan hanya dari kegiatan yang berlangsung selama tiga hari. 

Apakah kebiasaan mencuci tangan berubah, apakah pengetahuan warga diterapkan secara konsisten, dan apakah intervensi tersebut berkontribusi terhadap perubahan status kesehatan membutuhkan pemantauan lanjutan.

Pada tahap awal, program telah menghasilkan jangkauan penerima manfaat, edukasi kesehatan dan penyediaan perlengkapan kebersihan bagi keluarga sasaran.

Menjaga Manfaat Tetap Hidup

Bagi TBIG dan Filantra, kegiatan di Rote merupakan bagian dari program sosial yang tidak berhenti pada hari pelaksanaan.

Halaman Selanjutnya
img_title