Berlayar Menuju Pulau Paling Selatan
- Sevrin Waja
Lie Si An, Chief of Business Support Officer TBIG, menjelaskan kegiatan di Pulau Rote merupakan bagian dari upaya berkesinambungan perusahaan dalam mendukung pola hidup sehat masyarakat, khususnya di wilayah 3T.
TBIG, kata Lie Si An, secara konsisten melaksanakan program sosial serupa di berbagai daerah. Pada 2025, perusahaan menargetkan terlaksananya 500 kegiatan edukasi kesehatan serta distribusi makanan bergizi.
“Program ini tidak hanya ditujukan untuk memberikan manfaat langsung, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Warga Pulau Rote mendapatkan bantuan paket sembako dari PT TBIG Tbk dalam aksi bangun sehat bersama
- Sevrin Waja
Dalam pelaksanaannya, Filantra tidak hanya menangani kegiatan di lapangan. Mitra tersebut terlibat sejak persiapan, pelaksanaan, penyusunan laporan hingga penghitungan dampak.
“Implementasi program, persiapan, aksi programnya, sampai kita juga menyampaikan laporan, dan kemudian penghitungan dampak, sejauh mana program itu benar-benar memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa program kesehatan dirancang sebagai proses, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Bagi TBIG, pendekatan tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Presiden Direktur TBIG Herman Setya Budi menegaskan bahwa kegiatan CSR perusahaan berangkat dari kepentingan para pemangku kepentingan, termasuk masyarakat.
“CSR yang kami lakukan dilandaskan kepada kepentingan pemangku kepentingan termasuk masyarakat. Implementasi yang kita jalankan telah melalui perencanaan dan pemetaan yag komprehensif sehinga bisa menyentuh titik yang tepat.” ujarnya.
Pendekatan itu menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai titik awal program. Keberadaan infrastruktur telekomunikasi menjadi bagian dari aktivitas TBIG di suatu wilayah, sementara program sosial menjadi salah satu bentuk keterlibatan perusahaan dengan masyarakat di sekitar site.
Program CSR TBIG dijalankan berlandaskan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serta berpedoman pada ISO 26000.
“Dengan pendekatan tersebut, TBIG memastikan manfaat program dapat dirasakan secara langsung dan berkelanjutan oleh masyarakat, khususnya di sekitar area operasional perusahaan,” pungkasnya.
Pada akhirnya, perjalanan dua jam menyeberangi laut membawa tim TBIG dan Filantra menuju tiga titik kegiatan kesehatan di Rote.
Di sana, program dipertemukan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat: kesadaran pola hidup sehat yang masih perlu diperkuat dan persoalan stunting yang masih menjadi bagian dari tantangan kesehatan daerah.