Misteri Serigala yang Sudah Punah, Ternyata Kembali Hidup!

Dire Wolf ( Aenicyon Dirus)
Sumber :
  • Yahoo

Misteri Serigala yang Sudah Punah, Ternyata Kembali Hidup!

img_title Era Baru: Data Pribadi WNI Bisa Dipindahkan ke AS Lewat Kesepakatan Dagang

NTT VIVA - Pada awal tahun 2025, dunia satwa dikejutkan dengan berita yang menggemparkan: serigala yang sebelumnya dianggap punah, ternyata telah 'hidup kembali'. Fenomena ini menarik perhatian para ilmuwan, peneliti, dan pecinta alam di seluruh dunia.

Bagaimana mungkin hewan yang dinyatakan punah bertahun-tahun lalu, tiba-tiba muncul kembali? 

img_title Pick Me Culture: Ingin Diterima, Tapi Malah Kehilangan Diri Sendiri

Perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat, Colossal Biosciences, telah membuat terobosan besar dalam bidang rekayasa genetika dengan berhasil 'menghidupkan kembali' spesies serigala purba yang telah punah, yaitu serigala dire (Aenocyon dirus), yang diperkirakan punah sekitar 12.500 tahun yang lalu.

Dengan menggunakan teknologi canggih seperti pengeditan gen (CRISPR), kloning, dan rekayasa DNA, Colossal berhasil menciptakan tiga individu serigala hasil modifikasi genetika.

img_title Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, Umumkan Penurunan Tarif Besar-besaran antara AS dan China

Proyek ini menggunakan DNA dari fosil kuno yang dipadukan dengan sel serigala abu-abu, yang merupakan saudara terdekat dire wolf yang masih ada hingga sekarang.

Tiga anak serigala tersebut dilahirkan oleh induk pengganti berupa anjing peliharaan. Dua ekor serigala jantan lahir pada Oktober 2024, sementara seekor betina lahir pada Januari 2025.

Saat ini, ketiganya tinggal di area konservasi tertutup seluas 800 hektare yang dijaga dengan pengawasan yang ketat.

Colossal mengungkapkan bahwa kelahiran dire wolf ini merupakan pencapaian penting dalam membuktikan efektivitas teknologi de-extinction atau penghidupan kembali spesies punah yang telah mereka kembangkan.

"Ini adalah pencapaian besar pertama dari banyak yang akan datang, yang membuktikan bahwa teknologi de-extinction kami benar-benar berhasil," ujar Ben Lamm, salah satu pendiri dan CEO Colossal, seperti yang dilaporkan oleh New York Times.

Dalam proyek ini, Colossal tidak hanya fokus pada kesamaan genetik yang sempurna, tetapi juga lebih menekankan pada kemampuan untuk mengembalikan fungsi dan penampilan hewan purba tersebut.

Anak-anak serigala ini memiliki 99,9% kesamaan genetik dengan serigala abu-abu, dengan 20 gen utama yang telah dimodifikasi untuk menampilkan karakteristik khas dire wolf, seperti bulu yang lebat, tubuh besar, dan rahang yang kuat.

“Saya tahu ada ilmuwan yang bilang, ‘Ini belum cukup mirip secara genetik dengan dire wolf.’ Tapi sebenarnya, klasifikasi seperti itu dibuat oleh manusia. Itu hanya alat bantu untuk memahami sesuatu, bukan kebenaran mutlak,” kata Love Dalén, profesor genomika evolusioner dari Universitas Stockholm dan penasihat di Colossal.

Halaman Selanjutnya
img_title