Bayi Komodo Selamat Setelah Masuk Permukiman Warga di Manggarai Timur

Bayi komodo nyasar ke pemukiman di Sambi Rampas Manggarai Timur
Sumber :
  • BBKSDA NTT

Manggarai Timur, VIVA NTT–Seekor bayi komodo nyasar ke permukiman warga di Dusun Londang, Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur pada Minggu, 5 April 2026.

img_title Akses Sulit Dijangkau, Wapres Tinjau Langsung Kondisi Warga Kampung Waso dengan Sepeda Motor

Petani yang menemukan bayi komodo itu sedang merayap di pondok miliknya sekira pukul 15.00 WITA segera melapor ke Arayad, mitra BBKSDA NTT di wilayah Pota.

Tim dari Unit Penanganan Satwa pun dikerahkan untuk  memeriksa dan menyelamatkan satwa endemik yang dilindungi tersebut.

img_title 258 Rumah Warga Desa Tengku Lese Rusak Akibat Gempa Flores, 121 Rumah Rusak Berat

Komodo mungil ini merupakan anakan yang baru menetas ( hatchling) dari genus Varanus Komodoensis yang hidup di Luar Taman Nasional Komodo (TNK).

Hasil pengukuran menunjukkan komodo ini memiliki panjang 42 sentimeter dan berat hanya 0,08 kilogram. Petugas juga mengambil sampel darah. Petugas turut memasangkan PIT tag (mikrochip) untuk pemantauan jangka panjang sebelum akhirnya dilepasliarkan.

img_title Pemkab Manggarai Timur Kerahkan Mobil Tangki untuk Salurkan Air Bersih ke Empat Desa Terdampak Gempa

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT, Adhi Nurul Hadi, mengatakan anakan komodo telah dilepasliarkan ke kawasan Watu Pajung pada Senin (6/4).

"Pelepasliaran mempertimbangkan kesesuaian habitat dan usia individu yang sangat muda. Komodo ditempatkan di atas pohon untuk mengurangi risiko dari predator," jelas Adhi, dikutip, Rabu, 8 April 2026.

Adhi juga mengapresiasi respons warga Desa Nanga Mbaur yang berinisiatif melapor, dan menunggu sampai petugas datang. 

"Komodo adalah satwa dilindungi yang harus kita jaga bersama. Tetap waspada, namun jangan bertindak anarkis jika menemukan satwa liar di sekitar permukiman," imbaunya.

Kemunculan komodo di area permukiman Sambi Rampas tercatat sering terjadi belakangan ini. Sebelumnya, pada 31 Maret 2026, warga Kelurahan Pota melaporkan penampakan komodo sepanjang 1,7 meter tengah memangsa ternak.

Berdasarkan data BBKSDA NTT, jumlah populasi komodo di wilayah tersebut berjumlah 19 ekor komodo dewasa.

Warga diimbau tidak anarkis jika melihat komodo memasuki pemukiman.

"Jika menemukan satwa liar ini masuk ke permukiman segera laporkan ke petugas agar penanganannya sesuai prosedur," ujar Hadi. 

Selain memasang kamera jebak, BBKSDA NTT juga menyiapkan kandang perangkap di lokasi yang sama. Upaya ini bertujuan untuk mencegah komodo masuk lebih jauh ke kawasan permukiman.

Pihak BBKSDA NTT telah memasang kamera jebak dan menyiapkan kandang mencegah komodo di sana masuk lebih jauh ke permukiman warga.

Halaman Selanjutnya
img_title