La Prensa dari Pengasingan: Simbol Perjuangan Kebebasan Pers Dunia
- unesco
Brussels– Surat kabar tertua Nikaragua, La Prensa, dianugerahi UNESCO/Guillermo Cano World Press Freedom Prize 2025 atas keberaniannya mempertahankan kebebasan pers di tengah tekanan dan represi politik. Penghargaan ini akan diserahkan pada 7 Mei 2025 dalam rangkaian Konferensi Dunia Kebebasan Pers di Brussels, Belgia.
Dibentuk pada 1926, La Prensa telah menjadi saksi dan korban berbagai gelombang represi di Nikaragua. Sejak 2021, setelah pimpinan redaksinya dipenjara dan aset medianya disita, La Prensa tetap eksis dari pengasingan, mengabarkan berita kepada rakyat Nikaragua melalui platform daring dengan tim yang tersebar di Kosta Rika, Spanyol, Meksiko, Jerman, dan AS.
Ketua juri internasional, Yasuomi Sawa, menyebut La Prensa sebagai simbol keberanian melawan pembungkaman. Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, menegaskan bahwa penghargaan ini adalah penghormatan bagi seluruh jurnalis yang memilih terus menyuarakan kebenaran meski terancam.
UNESCO, sebagai badan PBB yang menaungi kebebasan berekspresi dan keselamatan jurnalis, juga aktif melindungi pekerja media yang terancam melalui pusat solidaritas di berbagai belahan dunia, seperti Ukraina, Afghanistan, Kenya, dan Kosta Rika. UNESCO secara aktif mengecam pembunuhan terhadap jurnalis, mendorong penegakan hukum, dan mengembangkan kebijakan yang melindungi hak-hak pers.
Penghargaan ini dinamai Guillermo Cano Isaza, jurnalis asal Kolombia yang tewas dibunuh pada 1986 karena keberaniannya melawan kekuasaan gelap. Sejak 1997, penghargaan ini diberikan setiap tahun kepada mereka yang memperjuangkan kebebasan pers dengan risiko besar. Ini adalah satu-satunya penghargaan resmi dari PBB yang ditujukan khusus bagi jurnalis.
Tahun ini, Hari Kebebasan Pers Sedunia juga menyoroti tantangan baru bagi dunia jurnalisme: pengaruh kecerdasan buatan (AI) terhadap media dan penyebaran informasi, menjadikan momen penghargaan ini tak hanya sebagai pengakuan, tetapi juga sebagai panggilan untuk terus membela integritas pers di era digital.