PGRI TTS Bekali Guru dengan Metode Belajar Deep Learning

Kepala Dinas Pendidikan TTS membuka Workshop Deep Learning bagi guru
Sumber :
  • Joe Tkikhau

NTT VIVA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) berencana menerapkan metode belajar deep learning. Pendekatan ini menekankan pada pembelajaran yang lebih bermakna reflektif dan mindful.

img_title HIMPAUDI Manggarai Timur Resmi Dilantik, Perjuangkan Honor Guru PAUD Rp300 Ribu dan Akses Pendidikan Pelosok

Menteri Dikdasmen, Abdul Mu'ti mengatakan, deep learning bukan sebuah kurikulum. Deep learning merupakan suata pendekatan belajar yang menyeluruh, memperkaya pemahaman siswa dan pembelajaran yang lebih relevan dan menyenangkan.

"Deep learning itu yang nanti akan kami terapkan sebagai pendekatan dalam pembelajaran, yang tentu saja setelah nanti kita terbitkan peraturan menterinya, kita akan melakukan pelatihan-pelatihan untuk para guru terkait penerapan deep learning," ujar Abdul Mu'ti dikutip dari tempo.co.

img_title NTT Mart di Ruteng: Ambisi Besar, Realita Kios Sepi dan Guru Jadi Penjaga Toko

Menindaklanjuti program Menteri Dikdasmen, Badan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (BP PGRI) Kabupaten Timor Tengah Selatan, menyelenggarakan workshop terkait deep learning atau pembelajaran mendalam

Kegiatan tersebut diikuti oleh sebanyak 185 guru yang terdiri dari guru TK/ PAUD, SD, SMP hingga SMA maupun SMK. Workshop yang berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Soe, Sabtu (24/5/2025) itu menghadirkan Wahid Aman, Widyaprada pada BPMP Provinsi NTT sebagai narasumber.

img_title Olimpiade Matematika GASING SD Kabupaten Manggarai 2026 Diikuti 72 Peserta

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten TTS, Musa Benu mengapresiasi langkah strategis dari BP PGRI dalam membekali para guru. Melalui workshop itu, guru dapat bertukar pemahaman dan meningkatkan kompetensi terkait pendekatan Deep learning.

"Tentunya kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para tenaga pendidik guna menyamakan persepsi, agar proses pembelajaran di setiap satuan pendidikan dapat terlaksana dengan baik," ujar Musa.

Musa menyentil kualitas pendidikan di TTS. Menurutnya, nilai Standar Pelayanan Minimum (SPM) bidang pendidikan di TTS berada pada zona merah. 

"Nilai SPM kita tahun lalu 55, itu masih zona merah. Memang ada peningkatan dsei tahun sebelumnya yakni 51, namun masih berada di zona merah," kata Musa.

Musa berharap, melalui berbagai kegiatan peningkatan kompetensi itu, para guru memiliki banyak pemahaman terkait metode belajar. Dengan pamahaman itu, proses belajar mengajar bisa berjalan efektif dan mampu meningkatkan kualitas belajar siswa.

Ia mengingatkan semua guru yang berpartisipasi dalam workshop tersebut agar menyimak drngan baik. Nantinya, para guru yang merupakan perwakilan dari tiap kecamatan itu membagikan ilmu yang diperoleh kepada sesama guru lainnya.

Halaman Selanjutnya
img_title