Pendapatan Turun, Ketua INSA NTT: Jangan Salahkan Dharma Rucitra, Harus Berbenah
- mario langun
NTT VIVA – Ketua Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Nusa Tenggara Timur (NTT), Yusak Viktor Benu, menegaskan bahwa investasi di NTT harus dilihat dengan perspektif luas atau helicopter view.
Menurutnya, kehadiran investasi, termasuk kapal penyeberangan Dharma Rucitra, memberikan multiplier effect yang nyata bagi masyarakat, bukan sekadar mengejar keuntungan sepihak.
“Dharma Rucitra terbukti membantu masyarakat NTT dalam transportasi, perdagangan, distribusi, membuka lapangan kerja, dan menarik investasi lanjutan. Pemerintah harus mendukung penuh kehadirannya,” tegas Yusak (23/7/2025).
Menanggapi polemik terkait berkurangnya pendapatan Pelabuhan Aimere, Yusak dengan tegas menyebut bahwa hal tersebut bukanlah dampak negatif dari hadirnya Dharma Rucitra.
“Ini justru tanda bahwa Pelabuhan Aimere harus berbenah, keluar dari zona nyaman, dan memperbaiki kinerja untuk mencapai target pendapatan,” ujarnya, sembari mencontohkan Pelabuhan Waingapu yang dinilai memiliki kinerja unggul.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Bambang Haryo, pemilik Dharma Lautan Utama (DLU), yang berani berinvestasi di NTT meskipun dengan risiko kerugian.
“Dengan load factor muatan yang masih sepi dan biaya operasional kapal yang besar, bertahan melayani masyarakat NTT bukan hal mudah. Itu bukti komitmen luar biasa,” tutur pemilik Kapal Feri Garda Maritim itu.
Yusak mengajak semua pihak untuk memberikan pernyataan yang menyejukkan dan mendukung terciptanya iklim investasi yang sehat di NTT.
“Mari kita dukung program Gubernur NTT Ayo Bangun NTT dengan menjaga investasi agar tetap kondusif sehingga investor lain tertarik datang,” pungkasnya.