Siswa Halmahera Didorong Adaptif Hadapi Kultur Kampung Inggris Pare
- Mikael Risdiyanto
NTT VIVA – Forkopimcam Pare melakukan sosialisasi mengenai budaya dan kultur sosial di kawasan Kampung Inggris bagi 30 siswa kursus asal Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.
Kegiatan pembekalan tersebut berlangsung di Cafe Joko Tingkir, Kampung Inggris Pare - Kabupaten Kediri, pada Kamis malam (27 November 2025), sebagai upaya memastikan para peserta mampu beradaptasi selama menempuh pendidikan di Pare.
Camat Pare, M. Nizam Subekhi, dalam pemaparannya menekankan pentingnya memahami norma, adat istiadat, serta etika bermasyarakat di lingkungan baru.
Ia meminta siswa menghayati nilai kearifan lokal sesuai pepatah yang tetap relevan hingga kini.
"Dimana kita berada, adat istiadat harus dihormati. Budaya di sini tentu tidak sama dengan di Halmahera Tengah," ujar Nizam.
Hal senada disampaikan Kapolsek Pare AKP Rudi Darmawan.
Suasana sosialisasi
- Mikael Risdiyanto
Ia mengingatkan agar para siswa tetap fokus belajar, menjaga diri, dan mampu menyesuaikan diri dengan keragaman latar belakang pelajar lain dari berbagai daerah di Indonesia.
“Saya minta adik-adik fokus belajar, jangan sampai salah jalan karena pergaulan bebas. Jaga diri, kawan, dan nama baik kampung halaman,” tegas Rudi.
Pembekalan juga diisi Danramil 0809/11 Pare, Kapten Arm Bangun Budi Adi, yang menyebut Kampung Inggris sebagai ruang belajar sekaligus kesempatan membangun masa depan.
Ia berharap siswa pulang dengan kemampuan bahasa asing sebagai modal unggul menghadapi zaman.
"Tugas kalian adalah menuntut ilmu. Kalian adalah anak-anak terpilih. Minimal setelah pulang nanti punya bekal bahasa asing," katanya.
Moderator sosialisasi, Ikbal Sermaf, menjelaskan bahwa program pendidikan ini diikuti 30 siswa pada tiga lembaga kursus berbeda: Central Course, Beijing Institute, dan Egypt.
Kegiatan turut dihadiri Penilik Wilayah Kecamatan Pare Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Guntur Sila Sukma, dan Pimpinan LKP Central Course, Ahmad Ilham Syairozi.
Sementara itu, pendamping siswa asal Halmahera Tengah, Bakir Usman dan Ruzwan Tomsio, menyebut pengiriman peserta didik ke Kampung Inggris merupakan langkah strategis dalam menyongsong Generasi Emas 2045.
Mereka berharap keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada individu, tetapi ikut kembali diberdayakan di daerah asal.