Kisah Nyata Relawan SPPG Manggarai yang Hidupnya Berubah Drastis

Dapur MBG Golo Dukal 2
Sumber :
  • Engkos Pahing

Manggarai, VIVA NTT– Di balik ribuan porsi makanan bergizi yang setiap hari dikirim ke sekolah-sekolah di Ruteng Ibukota Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, ada kisah-kisah nyata yang mengharukan. Kisah tentang perjuangan, keterpurukan, dan harapan yang perlahan bangkit lewat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) besutan Pemerintahan Prabowo-Gibran.

img_title Dokter Sebut Relawan Gempa Asal Jakarta yang Meninggal di Manggarai Timur Diduga Alami Serangan Jantung

Salah satunya adalah Maria Herlina Toi (34), warga Kelurahan Pau, Kecamatan Langke Rembong. Delapan tahun lamanya ia mengabdikan diri sebagai guru honorer di salah satu sekolah di Kota Ruteng. Pekerjaan mulia yang sayangnya tidak cukup untuk menopang kebutuhan ekonomi keluarganya.

Maria Herlina Toi (34), mantan guru menjadi pekerja di Dapur MBG

Photo :
  • Engkos Pahing

img_title Relawan Gempa Meninggal di Manggarai Timur, Polri Fasilitasi Pemulangan Jenazah ke Jakarta

Kini, Maria banting setir. Ia memilih bergabung sebagai relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dapur MBG Golo Dukal 2, Kelurahan Golo Dukal, menangani divisi persiapan makanan. Dan keputusan itu, ia akui, mengubah hidupnya.

Menunggu Ompreng Pulang dari Sekolah

img_title Relawan Penanganan Korban Gempa Asal Jakarta Meninggal Saat Bawa Bantuan di Manggarai Timur

Maria menceritakan pengalamannya dengan penuh rasa syukur.

"Dari sisi perekonomian kami, selama saya kerja di sini sangat sangat merubah ketimbang sebelumnya. Lebih khusus perekonomian kami sekeluarga sangat membantu," ujarnya kepada VIVA NTT, Kamis, 19 Februari 2026 sore.

Ia mengungkapkan bahwa beban kerjanya relatif ringan dibanding pekerjaan sebelumnya, namun penghasilan yang ia terima jauh lebih memuaskan. Para relawan di dapur MBG Golo Dukal 2 menerima upah sebesar Rp1.450.000 per dua minggu, dengan sistem penggajian dua kali dalam sebulan.

Tapi bagi Maria, kepuasan terbesar bukan semata soal rupiah. Ada momen tanggung jawab yang selalu ia tunggu setiap hari: saat ompreng tempat makan para siswa  kembali dari sekolah.

"Yang lebih memuaskan bagi saya saat omprengan pulang dari sekolah-sekolah itu dalam keadaan bersih. Itu tanda bahwa masakan kami disukai oleh anak-anak. Itu kepuasan tersendiri," tuturnya dengan senyum.

Maria berharap Program MBG terus bergulir dan menjangkau seluruh pelosok Manggarai dan NTT agar semakin banyak anak-anak yang merasakan manfaatnya.

Selviana Jeniut, Mantan Karyawan Toko dengan upah 500/bulan menjadi pekerja Dapur MBG

Photo :
  • Engkos Pahing

Dari Upah Rp500 Ribu Sebulan dengan 12 Jam Kerja, Bisa Lunasi Utang

Kisah berbeda namun sama mengagumkan datang dari Selviana Jeniut, ibu rumah tangga beranak tiga yang kini bekerja sebagai petugas cleaning service atau tukang sapu di Dapur MBG Golo Dukal 2.

Halaman Selanjutnya
img_title