Silentium Magnum Jumat Agung Ruteng: MUI Dukung, Tapi Salat Jumat Tetap Pakai Toa
- Yohanes. M
Manggarai, VIVA NTT— Seruan hening total selama dua belas jam pada Jumat Agung, 3 April 2026, yang disepakati tujuh paroki di Kota Ruteng tidak melarang penggunaan toa salat Jumat umat Muslim.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Manggarai, H. Abdurrachman Marola, menyatakan dukungan penuh terhadap tradisi Silentium Magnum, namun menegaskan bahwa penggunaan toa masjid saat salat Jumat tidak diatur dalam lima poin surat seruan bersama yang dikeluarkan tujuh paroki pada Senin, 30 Maret 2026.
Lima Poin Seruan Tidak Atur Penggunaan Toa Masjid
Surat bersama bernomor 010/PAN-PAS/PSVC/III/2026 yang ditandatangani tujuh paroki memuat lima poin konkret tentang keheningan Kota Ruteng selama 12 jam: pukul 06.00 hingga 18.00 WITA. Namun H. Abdurrahman mengaku belum menerima informasi bahwa toa masjid juga diminta tidak dibunyikan.
"Kami belum tau kalau ada seperti itu (tidak membunyikan toa) karena untuk penyampaian firman Tuhan/kotbah untuk hari Jumat selama ini lewat toa," tulis Ketua MUI dalam pesan singkat, Selasa, 31 Maret 2026.
Dengan kata lain, ibadah salat Jumat pada 3 April 2026 yang bersamaan dengan prosesi Lamentasi dan Tablo di Lapangan Natas Labar Ruteng pukul 06.30 WITA tetap akan berlangsung dengan pengeras suara seperti biasa.
Akses Jalan ke Masjid Baiturrahman Disepakati Tetap Terbuka
Selain soal toa, H. Abdurrahman juga mengungkapkan bahwa usulan agar jalur menuju Masjid Baiturrahman Ruteng tidak ditutup pada Jumat Agung telah disetujui dalam rapat bersama FKUB, Forkopimda, Pemerintah Daerah Manggarai, dan pastor paroki se-Kota Ruteng sebelumnya.
"Begini awal dari penertiban ini untuk jalur jalan sempat semua tak boleh, akhir saya sampaikan bagaimana kami yang akan ke Masjid tidak boleh jalan? Akhir boleh," terang H. Abdurrahman Marola.
Tahun Kedua: MUI Komitmen Jaga Kekhusyukan Paskah
Ini adalah tahun kedua pelaksanaan Silentium Magnum di Kota Ruteng. Pada tahun ini, umat Muslim Ruteng kembali berkomitmen ikut menjaga suasana khidmat Jumat Agung, termasuk menutup tempat usaha selama rentang waktu yang ditentukan.
"Puji Tuhan Alhamdulillah sudah baik, jadi MUI berkomitmen menjaga prosesi perayaan Paskah," cetusnya.