Tiga Sekolah di Manggarai Timur Diverifikasi untuk Program SNT Presiden Prabowo

Wabup Tarsisius Syukur, menyerahkan dokumen untuk SNT kepada tim verifiaksi dari Kemendikdasmen
Sumber :
  • Rosis Adir

Manggarai Timur, VIVA NTT–Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, berharap masuk dalam program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), salah satu program pendidikan unggulan Presiden Prabowo Subianto yang dirancang membangun sekolah terpadu berfasilitas modern di bawah pengelolaan pemerintah pusat.

img_title Rekapitulasi Korban Meninggal Dunia Akibat Gempa Bumi Flores

Harapan itu menguat setelah tim dari Direktorat Pendidikan SD, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT, dan tenaga teknis dari Universitas Udayana melakukan survei dan verifikasi lapangan pada Senin, 18 Mei 2026.

Tiga Sekolah yang Diusulkan

img_title Bantuan Pemerintah Pusat Mulai Disalurkan ke Korban Gempa di Manggarai Timur

Tiga sekolah yang menjadi objek survei adalah SDI Kembur, SMP Negeri 11 Borong, dan SMK Negeri 1 Borong.

"Ini program Presiden Prabowo selain Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda," kata Kolekta Keu, PIC SNT dari BPMP NTT kepada VIVA NTT.

img_title BGN Terus Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Manggarai Timur

Manggarai Timur menjadi satu dari tujuh kabupaten di NTT yang merespons program ini melalui pengajuan dokumen ke pemerintah pusat. Setelah dokumen dinyatakan layak oleh Direktorat Pendidikan, BPMP NTT diminta mendampingi survei lokasi dan diskusi kelompok terarah guna memastikan integrasi sekolah dapat dilakukan.

Tim survei SNT saat melakukan survei di SMP Negeri 11 Borong

Photo :
  • Rosis Adir

Apa Itu Program SNT?

Program SNT merupakan upaya pemerintah pusat membangun sekolah terpadu dari jenjang dasar hingga menengah dalam satu kawasan pendidikan. Fasilitas yang dijanjikan mencakup laboratorium sains, fasilitas bahasa, sarana olahraga, dan penguatan pendidikan vokasi untuk menyiapkan siswa menghadapi kebutuhan global.

Secara nasional, sekitar 100 kabupaten dan kota telah mengajukan diri. Separuh mengusulkan pembangunan sekolah baru, sementara sisanya menempuh pola konsolidasi sekolah yang sudah ada.

Di Manggarai Timur, model yang diusulkan adalah konsolidasi tiga sekolah yang ada akan diintegrasikan menjadi satu kawasan pendidikan terpadu.

Syarat Legalitas Lahan dan Kondisi Fisik Bangunan

Kolekta menegaskan, legalitas lahan menjadi syarat utama dalam seleksi.

"Yang paling utama, sekolah-sekolah itu punya sertifikat tanah yang tidak dikomplain oleh pihak manapun," ujarnya.

Tim teknis dari Universitas Udayana menilai kondisi fisik bangunan, mulai dari fondasi hingga atap. Dosen Teknik Universitas Udayana, I Putu Ari Sanjaya, menyebut sebagian besar bangunan masih membutuhkan rehabilitasi.

"Alangkah baiknya jika sekolah-sekolah tadi masuk dalam SNT sehingga sarana dan prasarana bisa di-upgrade," katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title