Kelangkaan LPG di NTT Ganggu Program MBG, Seribu Tabung Mulai Masuk Labuan Bajo
- Ist
Manggarai Barat, VIVA NTT—Kelangkaan gas elpiji 12 kilogram di Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak pada terhentinya operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara bertahap sejak 8 Mei 2026.
Di tengah situasi itu, lebih dari seribu tabung LPG mulai masuk ke Labuan Bajo pada Minggu (17/05/2026), sementara dua kontainer tambahan masih dalam antrean bongkar muat di Pelabuhan Rangko.
Kelangkaan LPG Hentikan Operasional SPPG di Sejumlah Wilayah NTT
Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Dadang Hendrayudha, mengonfirmasi penghentian operasional SPPG akibat kelangkaan gas elpiji 12 kg di beberapa daerah NTT, termasuk Mangarai Barat dan Manggarai.
"SPPG berhenti operasional sementara disebabkan kelangkaan gas di beberapa wilayah Provinsi NTT. Penghentian berlangsung bertahap sejak 8 Mei 2026," ujar Dadang di Jakarta, Rabu (13/5).
"BGN terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna memulihkan distribusi gas agar SPPG dapat segera beroperasi kembali," tambah Dadan.
Seribu Tabung LPG Masuk Labuan Bajo, Dua Kontainer Antre di Pelabuhan Rangko
Sebagai respons atas tingginya kebutuhan LPG, pasokan mulai bergerak masuk ke Labuan Bajo. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Manggarai Barat, Adrianus Ojo, melaporkan rincian distribusi kepada pimpinan daerah melalui WhatsApp Group Koordinasi Pimpinan Mabar, Minggu malam.
Distributor dan toko yang telah menerima pasokan LPG:
PT SUM (Toko Orion): 616 tabung, harga jual Rp375.000 per tabung.
Toko Metro: 450 tabung (4 unit rusak), harga jual Rp375.000–Rp385.000 per tabung.
Selain itu, dua kontainer LPG via Ambra Kargo masih dalam antrean bongkar di Pelabuhan Rangko:
PT PAS (agen resmi): 399 tabung ukuran 12 kg dan 60 tabung ukuran 50 kg. Informasi penyesuaian harga dari Rp320.000 per tabung belum tersedia.
Toko Hasil: 600 tabung ukuran 12 kg, harga jual Rp350.000 per tabung.
Pemkab Mabar Luncurkan Pendataan Kebutuhan LPG via Google Form
Untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran, Kadis Adrianus meluncurkan pendataan kebutuhan riil LPG melalui Google Form. Formulir wajib diisi seluruh pelaku usaha pengguna LPG, mulai dari hotel, restoran, kapal wisata, kafe, rumah makan, SPPG, hingga usaha laundry.