Dinas Transnaker Nagekeo Dorong Angkatan Kerja Naik Kelas
- Sevrin Waja
Nagekeo, NTTVIVA- Suara mesin gerinda dan aktivitas merangkai rangka baja ringan menjadi bagian dari proses 13 angkatan kerja Nagekeo selama 12 hari mengikuti pelatihan konstruksi baja ringan.
Di balik keterampilan teknis yang mereka pelajari, pemerintah daerah ingin membangun modal yang lebih penting: tenaga kerja yang kompeten dan mampu bersaing.
Pelatihan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja tersebut ditutup pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Nagekeo, Petrus Aurelius Asan, mengatakan pelatihan tersebut tidak sekadar diarahkan untuk menghasilkan peserta yang mengantongi sertifikat, tetapi memastikan mereka memiliki keterampilan yang aplikatif dan dibutuhkan di lapangan.
“Pelatihan ini bukan sekadar memberikan sertifikat. Kita sedang menyiapkan tenaga kerja Nagekeo agar punya kompetensi dan siap bersaing.”
Menurut pria yang akrab disapa Herry Asan ini, tantangan pasar kerja ke depan semakin kompetitif. Dunia kerja tidak cukup hanya membutuhkan orang yang mau bekerja, tetapi membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan, kompetensi, disiplin, dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri.
Data ketenagakerjaan Nagekeo saat ini menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 1,3 persen dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 71,48 persen.
“Kita juga harus memastikan angkatan kerja yang masuk ke pasar kerja benar-benar memiliki skill dan daya saing,” ujarnya.
Karena itu, Herry Asan mengatakan kehadiran pemerintah daerah harus diwujudkan melalui program yang konkret.
“Kita mungkin tidak bisa menjamin setiap orang langsung mendapatkan pekerjaan, tetapi pemerintah harus hadir menyiapkan manusianya agar lebih siap mendapatkan pekerjaan, menciptakan usaha, bahkan membuka lapangan kerja baru.” tuturnya.
Herry berharap peserta tidak berhenti pada sertifikat setelah menyelesaikan pelatihan. Keterampilan yang diperoleh harus digunakan untuk bekerja, berusaha, bahkan menciptakan lapangan kerja.
“Kami berharap peserta setelah mengikuti pelatihan ini tidak berhenti pada sertifikat. Bawa pulang keterampilannya, gunakan untuk bekerja, gunakan untuk berusaha, dan kalau bisa ciptakan pekerjaan untuk orang lain.” harapnya.
Ia juga menyampaikan pesan kepada anak-anak muda Nagekeo agar tidak hanya menunggu lapangan pekerjaan.