GMNI Tanam Pohon di Mata Air Wae Ajang: Merawat Bumi untuk Masa Depan
- Emanuel Suryadi
"Di banyak tempat, krisis air menjadi ancaman nyata. Sungai-sungai yang mengering, sumur yang kehilangan sumbernya, dan tanah yang retak adalah tanda bahwa alam sedang merintih. Namun, dengan satu pohon yang ditanam berarti ikut serta dalam perlawanan terhadap kekeringan. Dengan seribu pohon kita menghidupkan kembali harapan," sambung Yolfa bernada filosofis.
Momentum Bangkitkan Kesadaran
Dies Natalis GMNI ke-71 yang bertepatan dengan Hari Air Sedunia menjadi momentum bagi berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya air bersih dan konservasi lingkungan.
GMNI berharap aksi ini dapat menginspirasi lebih banyak komunitas dan organisasi lain untuk turut serta dalam upaya pelestarian lingkungan. Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga mata air.
GMNI berkomitmen untuk terus melakukan aksi lingkungan demi mewujudkan bumi yang lebih hijau dan lestari. Warga mengapresiasi Masyarakat sekitar turut mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh GMNI.
Salah satu warga setempat, Louis Charly, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menjaga kelestarian mata air Wae Ajang yang selama ini menjadi sumber air utama bagi warga sekitar.
"Kami sangat bersyukur dan mendukung penuh kegiatan ini. Semoga pohon yang ditanam hari ini bisa tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat," ungkap Yolfa lebih lanjut.