Nardi Nandeng Siap Maju Jadi Calon Ketua Presidium PMKRI 2026-2028, Usung Visi Kaderisasi dan Intelektualitas
- Ist
Jakarta, ViVa NTT— Nardi Nandeng menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) periode 2026–2028.
Kongres Nasional PMKRI ke-34 dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) ke-33 PMKRI St. Thomas Aquinas digelar di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT pada19-25 Juli 2026.
Putra asli Manggarai ini membawa rekam jejak panjang di tubuh PMKRI, mulai dari level cabang hingga Pengurus Pusat, sebagai modal utama untuk memimpin organisasi mahasiswa Katolik terbesar di Indonesia itu.
Nardi bukan sosok baru dalam dinamika organisasi PMKRI. Alumnus Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng ini pernah menakhodai PMKRI Cabang Ruteng sebagai Ketua Presidium periode 2021–2022, sebelum kemudian dipercaya mengemban tugas sebagai Presidium Hubungan Masyarakat Katolik (PHMK) PP PMKRI periode 2024–2026.
Jenjang karier organisasi tersebut membentuk citra Nardi sebagai kader yang telah teruji dari akar rumput hingga level nasional.
Bagi Nardi, langkahnya maju sebagai calon Ketua Presidium PP PMKRI bukan sekadar upaya meraih posisi kepemimpinan, melainkan panggilan untuk memperkuat kembali identitas, arah gerakan, dan relevansi PMKRI di tengah perubahan sosial dan tantangan kebangsaan.
“Keputusan saya untuk maju bukan semata-mata karena keinginan menduduki posisi Ketua Presidium. Ada tanggung jawab moral dan organisatoris untuk memastikan PMKRI terus bertumbuh sebagai organisasi kader yang kuat, intelektual, dan memiliki keberpihakan yang jelas terhadap persoalan bangsa dan negara,” tegas Nardi, Kamis, 16 Juli 2026.
Ia menilai kepemimpinan PMKRI ke depan harus mampu mendalami dan menerjemahkan visi organisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus menginternalisasi nilai-nilai misi PMKRI dalam proses kaderisasi dan gerakan organisasi.
Menurutnya, PMKRI tidak boleh berhenti pada rutinitas struktural dan kegiatan seremonial, melainkan harus kembali menjadi organisasi pembinaan dan perjuangan yang melahirkan kader berintegritas, berkapasitas intelektual, dan berjiwa kepemimpinan.
Membangun Kembali Sistem Kaderisasi
Salah satu agenda utama yang menjadi fokus Nardi adalah penguatan sistem kaderisasi yang terstruktur, berkelanjutan, dan berorientasi jelas pada kualitas kader.
“Kaderisasi adalah jantung organisasi. PMKRI harus memiliki sistem kaderisasi yang terstruktur dan berkelanjutan. Kita harus memastikan setiap kader yang lahir dari rahim PMKRI memiliki integritas, kompetensi, daya kritis, dan jiwa kepemimpinan,” ujarnya.