Menulis untuk Mengobati
- Meta AI Picture
NTT ViVa– Terkadang berkas-berkas usang yang terselip dilaci ingatan akan kembali suatu waktu.
Berkas-berkas itu dicetak sejak hari yang tidak diinginkan. Banyak huruf yang memerlukan kejelian mata untuk membacanya. Tepat Rabu, 1 Januari 2025 pukul 00:00 WITA, semua orang ramai ketawa ria sambil meraih tubuh satu sama lain, merangkul dan berbisik ‘selamat tahun baru 2025’. Saya pun turut berada di situasi yang sama, perasaan senang bercampur haru, sedikit menciptakan aroma air mata yang khas, air mata senang dan bahagia. Kami saling berpelukan, berjabat tangan erat, isyarat ucap syukur karena masih hidup di awal tahu baru. Semua merasa senang, tampak pada raut wajah setiap mereka. Ada yang ingatannya kembali pada tahun-tahun silam yang sedikit suram.
Betul yang orang bilang, ingatan akan selalu ingin kembali kepada pemiliknya
Baik dan buruknya ingatan, tidak bisa dipilah apa yang harus dipilih untuk diingat. Banyak berkas jahat yang akan dibuka kembali oleh ingatan, suasana akhirnya berubah namun tidak sepenuhnya sama. Satu hal baru yang saya paham: barangkali hidup hanya untuk hura-hura, mungkin tidak akan ada ragu dan pura-pura.Tidak sedikit yang bilang bahwa, sejauh apa pun kalian pergi, senekat apapun kalian berpura-pura dan berulang-ulang bilang ke diri sendiri “tidak apa-apa”, sejauh itu pula segala hal yang ingin kalian kubur akan bertahan lama dalam memori ingatan.
Perjalanan Menuju Katarsis
Katarsis diyakini sebagai halaman panjang yang mungkin tidak pernah habis. Katarsis bukan spot yang harus dikunjung semua orang. Hanya orang-orang yang memiliki ikatan kuat dengan “dokumen lama” yang boleh mengunjungi katarsis. Untuk sampai pada ‘katarsis’ ada banyak hal yang harus dikorbankan. Salah satunya adalah berani akrab dengan segala hal yang susah dilepas dari memori.
Banyak di antara kita yang berusaha pergi menuju katarsis, dengan berbagai alasan. Namun pada akhirnya, ketika kita merasa sudah sampai pada titik temu garis katarsis, ada hal yang berusaha masuk ke arsip ingatan kita. Singkatnya, ketika kita berusaha melupakan satu atau beberapa hal yang terjadi di masa lalu, dan katakanlah kita sudah 80% berhasil melupakan hal tersebut, maka 20% lainnya adalah milik ingatan itu sendiri. Kadang, kita tidak pernah ingin kembali ke belakang, akan tetapi sesuatu yang ada di belakang yang berusaha mendekatkan diri ke kita, tujuan mereka tidak rumit sebenarnya, bahkan mereka hanya mau bilang bahwa “kau ada sampai sekarang, karena kau berhasil lewati beberapa kurva paling rumit di masa lalu “.